903 Kasus DBD Terjadi di Nusa Tenggara Timur

Kompas.com - 07/02/2020, 19:57 WIB
(Ilustrasi) Petugas melakukan pengasapan penuntasan Fogging memberantas nyamuk penyebab Demam Berdarah Deungue (DBD) di Desa Loh Kumbang, Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/12/2019). Data bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, Januari hingga Desember 2019 jumlah kasus DBD mencapai 70 kasus dengan penderita meninggal dunia nihil, angka itu turun dibandingkan tahun 2018 yakni 97 kasus dengan satu orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Rahmad/foc. ANTARA FOTO/RAHMAD(Ilustrasi) Petugas melakukan pengasapan penuntasan Fogging memberantas nyamuk penyebab Demam Berdarah Deungue (DBD) di Desa Loh Kumbang, Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/12/2019). Data bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, Januari hingga Desember 2019 jumlah kasus DBD mencapai 70 kasus dengan penderita meninggal dunia nihil, angka itu turun dibandingkan tahun 2018 yakni 97 kasus dengan satu orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Rahmad/foc.

KUPANG, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sebanyak 903 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari hingga Februari 2020.

"Datanya terus masuk dari berbagai kabupaten di NTT dan sampai dengan saat ini jumlah kasus DBD yang terjadi di NTT sudah mencapai 903 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dominikus Minggu Mere di Kupang, Jumat (7/2/2020).

Dominikus mengatakan kasus DBD terjadi di 20 kabupaten dan kota di NTT. Hanya Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah yang belum melaporkan temuan kasus DBD.

"Dari 22 kabupaten/kota di NTT terdapat 20 kabupaten/kota yang teridentifikasi kasus DBD ini, dan tengah terus dalam penanganan," ujar dia.

Baca juga: Pentingnya Gerakan 3M untuk Cegah Demam Berdarah

Kabupaten Sikka masih menempati urutan pertam dengan jumlah kasus terbanyak, sekitar 252 kasus.

Posisi berikutnya diikuti Kota Kupang dengan 193 kasus dan Kabupaten Lembata dengan temuan 107 kasus.

Urutan keempat ditempati Alor dengan temuan 98 kasus, Belu sebanyak 44 kasus, Flores Timur dengan temuan 38 kasus, Kabupaten Timor Tengah Utara sebanyak 22 kasus, Kabupaten Kupang dengan 20 kasus, Ende dan Manggarai Barat dengan 19 kasus, dan Sabu Raijua sebanyak 17 kasus.

Posisi selanjutnya ditempati Sumba Timur dengan 15 kasus, Rotte Ndao sebanyak 13 kasus, Nagekeo dan Sumba Barat Daya dengan temuan 9 kasus.

"Kemudian diurutan terakhir ada Manggarai Barat dan Kabupaten Malaka dengan jumlah kasus dua penderita DBD," tambah dia.

Dinas Kesehatan Provinsi NTT terus mendata jumlah penderita DBD. Dominikus menduga jumlah penderita DBD bakal terus bertambah.

Baca juga: Penderita DBD di Sikka Jadi 377 Orang, 3 Meninggal Dunia

Pihaknya juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan di lingkungan sekitar dengan menerapkan program 3M, menguras, mengubur dan menutup, agar jentik-jentik nyamuk tidak hidup dan berkembang biak.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X