Punya Riwayat Perjalanan ke China, 41 WNA Ditolak Masuk Bali

Kompas.com - 07/02/2020, 19:56 WIB
Penerbangan atau pesawat terakhir ke China yang dilayani Bandara Ngurah Rai sebelum penutupan sementara per 5 Februari 2020. IstimewaPenerbangan atau pesawat terakhir ke China yang dilayani Bandara Ngurah Rai sebelum penutupan sementara per 5 Februari 2020.

DENPASAR, KOMPAS.com - Sebanyak 41 warga negara asing (WNA) ditolak masuk Bali, menyusul rekam jejak mereka yang pernah bepergian ke China dalam 14 hari terakhir.

Larangan masuk Bali ini menyusul Peraturan Menteri (Permen) Hukum dan HAM RI Nomor 3 Tahun 2020.

Permen ini mengatur mengenai penghentian sementara bebas visa kunjungan, visa, dan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa bagi warga China.

Baca juga: 50 Turis China Telah Ajukan Perpanjangan Izin Tinggal di Bali

 

Permen ini juga berlaku bagi warga negara asing lain yang memiliki rekam jejak pernah berkunjung ke China 14 hari terakhir sejak mengajukan visa.

"Untuk penolakan sampai dengan pukul 18.00 Wita tadi berjumlah 41 orang, terhitung mulai dari tanggal 5 Februari," kata Kasi informasi Kanim kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Putu Suhendra, Jumat (7/2/2020) malam.

Suhendra sendiri belum bisa merinci kewarganegaraan masing-masing. Sebab, dasar penolakan adalah rekam jejak kunjungan ke China.

"Mereka semua sudah sampai Bandara Ngurah Rai, setelah diperiksa oleh pejabat imigrasi, ternyata yang bersangkutan mempunyai riwayat perjalanan ke China, mereka ditolak kedatangannya dan dikembalikan dengan pesawat yang sama," kata Suhendra.

Saat turun dari pesawat penumpang akan melewati alat deteksi suhu tubuh thermo scanner, secara otomatis pada layar monitor menunjukkan suhu tubuh penumpang yang lewat.

Baca juga: Warga Cilacap yang Diisolasi karena Demam Sepulang dari China Negatif Corona

 

Alat ini diawasi oleh petugas karantina kesehatan setelah itu baru menuju konter imigrasi.

Suhendra menambahkan, mereka yang ditolak masuk Bali dapat memaklumi kebijakan tersebut.

"Umumnya mereka menyadari peraturan yang dibuat pemerintah kita," ujar Suhendra.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Dituding Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji Sebut Hanya Skenario Anggota Keluarga untuk Memeras Uang

Regional
'Rapid Test', 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

"Rapid Test", 11 Warga Sumedang Positif Covid-19 dan 4 di Antaranya Tenaga Medis

Regional
Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Puluhan Santri di Kaltim Berstatus ODP, Pernah Hadir di Ijtima Ulama Gowa

Regional
RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X