Warga Cilacap yang Diisolasi karena Demam Sepulang dari China Negatif Corona

Kompas.com - 07/02/2020, 17:15 WIB
Seorang petugas ruang isolasi RSUD NTB, bertugas merawat pasien balita asal China. Hari ini, Kamis (30/2/2020) pasien balita asal China keluar dari ruang isolasi karena kondisinya membaik. KOMPAS.com/FITRI RSeorang petugas ruang isolasi RSUD NTB, bertugas merawat pasien balita asal China. Hari ini, Kamis (30/2/2020) pasien balita asal China keluar dari ruang isolasi karena kondisinya membaik.

CILACAP, KOMPAS.com - Seorang mahasiswi asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang baru pulang dari China dinyatakan negatif corona.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana Dewi mengatakan, mahasiswi itu telah dipulangkan dari RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Rabu (5/2/2020).

"Mahasiswi yang dirawat pada hari Sabtu, 1 Februari 2020 sudah diperbolehkan pulang pada hari Rabu, 5 Februari 2020 karena dinyatakan negatif dari infeksi novel corona virus," kata Pramesti melalui keterangan tertulis, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Virus Corona Infeksi 61 Orang di Kapal Pesiar di Lepas Pantai Jepang

Pramesti mengatakan, sebelumnya seorang WN China yang berada di Cilacap juga dinyatakan negatif corona setelah sempat diisolasi di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

"Jadi di Kabupaten Cilacap tidak ada orang yang positif novel corona virus," jelas Pramesti.

Sementara itu, kata Pramesti, pemantauan terhadap 27 orang tenaga kerja asing (TKA) dan keluarga asal China yang dilakukan selama 14 hari sejak kedatangan di Cilacap sudah berakhir dan dinyatakan aman.

Baca juga: Imbas Virus Corona, Pengiriman Kargo dari China Anjlok

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi berinisial AS (19) asal Kabupaten Cilacap,  diisolasi di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

AS mengalami demam, batuk dan pilek sepulang dari China, Jumat (31/1/2020) lalu. Orang tua AS lantas membawanya ke RSUD Margono Soekarjo, Sabtu (1/2/2020).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X