Dramatis, Tangkap Kapal Bermuatan 12.000 Botol Miras Polisi sampai Kerahkan Helikopter

Kompas.com - 06/02/2020, 17:46 WIB
Petugas Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung saat meminta kapal hantu menghentikan laju kapal ketika dilakukan pengejaran dari atas helikopter.
BANGKAPOS.COM/DEDDY MARJAYAPetugas Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung saat meminta kapal hantu menghentikan laju kapal ketika dilakukan pengejaran dari atas helikopter.

KOMPAS.com - Sebanyak 12.000 minuman keras ( miras) ilegal berbagai merek berhasil diamankan Polair Polda Kepualuan Bangka Belitung dari sebuah kapal cepat 2.100 PK dengan 7 mesin saat melintas di Perairan Toboali, Bangka Selatan, Selasa, (4/2/2020).

Penangkapan kapal cepat itu pun berlangsung dramatis, polisi terpaksa mengerahkan helikopter untuk menghentikan kapal cepat 2.100 PK tersebut, karena kapal milik petugas tak mampu mengejarnya.

Bahkan, saat akan ditangkap, kapal tersebut berusaha kabur hingga akhirnya diberondong tembakan dari helikopter. Setelah ditembaki, kapal cepat tersebut baru merapat ke pelabuhan.

"Sempat berputar-putar menghindari sehingga ditembak di bagian mesin kapal," kata Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Anang Syarif Hidayat di Mako Polair, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: Berusaha Kabur, Kapal Bermuatan 12.000 Botol Miras Diberondong Tembakan dari Helikopter

 

Anang mengatakan, kapal cepat tersebut bertolak dari Batam menuju Lampung tanpa mengantongi surat persetujuan berlayar (SPB).

Selain itu, muatan miras yang ada di dalamnya termasuk barang impor yang tidak memiliki izin edar.

Beberapa merk yang ditemukan seperti Chivas, Vodka dan Black Label. Seluruh muatan dibongkar dari kapal ke kapal di perairan over port limit (OPL) Batam.

Baca juga: Tersinggung Saat Pesta Miras, Seorang Pria Pukul Rekannya dengan Botol hingga Tewas

Selain barang bukti kapal dan minuman keras, polisi juga mengamankan delapan awak kapal, termasuk nakhoda.

Atas perbuatannya, mereka yang tertangkap akan dijerat Pasal 323 UU Nomor 17/2008 tentang Pelayaran dan Pasal 106 UU Nomor 7/2014 tentang Perdagangan dengan ancaman lima tahun penjara.

Dikutip dari BANGKAPOS.com, salah satu pelaku bernama Novrianto mengatakan, dirinya hanya bertugas membawa miras dari perbatasan dengan Singapura dengan Batam.

Baca juga: Pensiunan TNI Jadi Pemodal Bisnis Miras Oplosan di Kawasan Jakbar

Sudah tiga kali membawa miras dengan kapal dengan jalur yang sama yakni Batam-Selat Bangka-Lampung.

Namun ia tidak mengetahui penyuplai miras maupun penerima miras karena selalu berganti orang.

"Jadi miras diambil di perbatasan dari kapal nelayan asing di perbatasan Singapura-Batam kemudian dibawa menuju Lampung lewat Selat Bangka," kata Novrianto.

(Penulis : Kontributor Pangkalpinang, Heru Dahnur | Editor : Aprillia Ika)/ BANGKAPOS.com



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X