Kuasa Hukum Isyaratkan Cabut Laporan Kasus Pencemaran Nama Baik Gubernur Sulsel

Kompas.com - 05/02/2020, 17:14 WIB
Eks Kabiro Pembangunan Sulsel Jumras saat meminta maaf kepada Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di Polrestabes Makassar, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANEks Kabiro Pembangunan Sulsel Jumras saat meminta maaf kepada Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah di Polrestabes Makassar, Kamis (21/11/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Penyidik satuan reserse kriminal Polrestabes Makassar mengisyaratkan bakal menghentikan kasus dugaan pencemaran nama baik Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan seorang tersangka yaitu eks Kabiro Pembangunan Sulsel Jumras. 

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, kuasa hukum Nurdin bertindak sebagai pelapor ingin mencabut laporan atas kasus tersebut. 

"Kemarin pengacaranya datang ke sini mau koordinasi. Arahnya kemungkinan gubernur mau cabut laporannya. Tapi saya belum ketemu orangnya. Kemarin datang ke sini sore jadi belum ketemu dia," kata Indratmoko, saat diwawancara wartawan di Mapolrestabes Makassar, Rabu (4/2/2020).

Baca juga: Eks Kabiro Pembangunan Sulsel Jadi Tersangka Pencemaran Nama Gubernur Nurdin Abdullah

Menurut Indratmoko, berkas perkara pencemaran nama baik gubernur Sulawesi Selatan ini sudah dinyatakan P21 (lengkap) dan tinggal dilimpahkan ke kejaksaan. 

Namun, berkas perkara tersebut belum jadi dilimpahkan karena penasihat hukum Nurdin Abdullah mengisyaratkan pencabutan laporan itu. 

Bila laporan tersebut benar-benar dicabut, maka kasus pencemaran nama baik ini tidak dilanjutkan. 

"Kalau memang dicabut kasusnya selesai. Ini delik aduan. Berkasnya sudah selesai (P21) tapi kalau dicabut tidak dilimpahkan," ucap Indratmoko. 

Mengenai Jumras, Indratmoko menyebut bahwa mantan pejabat di pemerintahan provinsi Sulsel itu tidak ditahan.

Sejauh ini Jumras sangat kooperatif. 

Sebelumnya diberitakan, Polrestabes Makassar menetapkan eks Kepala Biro Pembangunan Sulawesi Selatan, Jumras, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pada 6 Januari 2020. 

Baca juga: Setahun Kepemimpinan Gubernur Nurdin Abdullah, Klaim Keberhasilan hingga Hak Angket

Jumras ditetapkan tersangka karena menuding Nurdin menerima uang Rp 10 miliar dari pengusaha untuk biaya pemenangan Pilgub 2018.

Keterangan itu dilontarkan Jumras saat menjadi saksi dalam sidang hak angket Gubernur Sulawesi Selatan yang digelar di DPRD Sulawesi Selatan pada Juni 2019. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X