1 Mahasiswi Unesa yang Berada di Wuhan Berasal dari Gresik

Kompas.com - 31/01/2020, 08:47 WIB
Sebuah mobil melaju sendiri di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020). AFP/HECTOR RETAMALSebuah mobil melaju sendiri di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).

GRESIK, KOMPAS.com - Dari beberapa mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang sedang menjalani program beasiswa Bahasa Mandarin di Central China Normal University di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, salah seorang di antaranya berasal dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Mahasiswi tersebut bernama Fitra Suryaning Wulan (22), yang diketahui berasal dari Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Sama seperti mahasiswa Unesa lain yang mendapat beasiswa, Fitra berada di Wuhan sejak bulan September 2019 untuk menjalani beasiswa yang didapat.

Baca juga: Mahasiswi di Wuhan Dapat Bantuan Dana, Meski Tidak Tahu Kapan Pulang

"Benar, masih satu kampung dengan saya ternyata. Ini saya masih di kantor, tadi sudah janjian sama orangtuanya akan ketemu setelah mereka pulang kerja," ujar Camat Driyorejo, Narto, saat dihubungi, Kamis (30/1/2020).

Untuk memastikan hal tersebut, Narto bakal menemui dan berbincang dengan orangtua Fitra, sekaligus menjalin komunikasi terkait kondisi Fitra yang saat ini dikabarkan masih berada di Wuhan bersama dengan para mahasiswa lain asal Unesa.

"Tadi sudah telepon orangtuanya, kata mereka anaknya dalam kondisi sehat dan tidak apa-apa. Hanya untuk lebih memastikan, apalagi masih satu kampung, habis ini akan saya temui orangtuanya untuk lebih pastinya (perihal kabar)," tutur dia.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gresik Darman membenarkan, jika sejauh ini baru satu mahasiswa asal Gresik yang terdata di pihaknya sedang berada di Wuhan.

Baca juga: Orangtua Memohon Pemerintah Segera Evakuasi Putrinya dari Wuhan

"Baru satu mahasiswi itu saja. Warga Desa Cangkir yang ada di Kecamatan Driyorejo," ucap Darman.

Dari informasi yang didapat, Fitra memang dijadwalkan sudah akan kembali ke Tanah Air pada akhir bulan ini lantaran program beasiswa yang telah selesai dilaksanakan.

Namun, dikarenakan virus corona yang merebak di Wuhan, ia dan rekan-rekannya sementara masih tertahan di kota tersebut sampai dengan waktu yang belum ditentukan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
'Fun Bike' Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

"Fun Bike" Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

Regional
Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

Regional
Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

Regional
Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X