Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pergerakkan Tanah di Sumedang Selatan, 2 Rumah Retak, 28 Jiwa Terancam

Kompas.com - 30/01/2020, 13:58 WIB
Aam Aminullah,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

SUMEDANG, KOMPAS.com - Bencana pergerakan tanah di Dusun Babakan Cikamuning RT 03/04, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Suemdang, Jawa Barat terjadi Rabu (29/1/2020) sore sekitar pukul 17.30 WIB.

Pergerakan tanah terjadi setelah kawasan perbukitan di wilayah Sumedang ini diguyur hujan dengan intensitas tinggi Rabu kemarin.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang Yedi mengatakan, panjang retakan mencapai 50 meter dan mengakibatkan dua rumah mengalami retak-retak.

Baca juga: Penjelasan PVMBG Soal 5 Titik Pergerakan Tanah di Sukajaya Bogor

Selain itu, 13 Kepala Keluarga (KK) dengan 28 jiwa di wilayah ini juga terancam.

Yedi menuturkan, BPBD Sumedang bersama polsek, koramil, dan pemerintah desa telah mengecek langsung kondisi di lokasi.

"Pergerakan tanah terjadi di areal sawah mendekati pemukiman warga, ada dua rumah yang mengalami retak-retak. Tidak ada korban jiwa," ujar Yedi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (30/1/2020) siang.

Baca juga: Dua Hektar Sawah Gagal Tanam Akibat Pergerakan Tanah di Cianjur

 

Pergerakan tanah dekati pemukiman warga

Yedi menuturkan, retakan semakin meluas secara acak terutama di areal persawahan yang letaknya berada di atas permukiman warga.

Di sisi lain, hujan ekstrem masih akan terjadi di wilayah Kabupaten Sumedang.

Untuk itu, warga di sekitar lokasi diimbau lebih meningkatkan kewaspadaannya, khususnya ketika hujan turun.

"Saat hujan, kami imbau warga sekitar untuk mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman. Jangan tinggal di rumah dulu," tutur Yedi.

Baca juga: BPBD: 10 Titik Rawan Bencana di Cianjur Selatan Berpotensi Tsunami hingga Pergerakan Tanah

Yedi menambahkan, saat meninjau lokasi hari ini, ia bersama unsur lain dan warga sekitar juga telah berupaya melakukan pencegahan dini. Yaitu dengan cara menutup retakkan tanah dengan tanah liat.

Hal ini dilakukan agar air tidak masuk ke dalam retakan tanah. Dengan harapan, meminimalisasi kembali terjadi retakan susulan.

Baca juga: Pergerakan Tanah di Cianjur Meluas, Ratusan Warga Diungsikan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com