Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Kompas.com - 28/01/2020, 21:24 WIB
Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas Abbas saat memperlihatkan pen gun yang dimiliki secara ileg oleh pria bernama Muhammad Naba bin Pabo (37) di lobo Polda Sulsel, Makassar, Jumat (24/1/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANWakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas Abbas saat memperlihatkan pen gun yang dimiliki secara ileg oleh pria bernama Muhammad Naba bin Pabo (37) di lobo Polda Sulsel, Makassar, Jumat (24/1/2020).

  MAKASSAR, KOMPAS.com - Beberapa hari yang lalu, anggota reserse Mobil (Resmob) Polda Sulsel berhasil menangkap Irham, lelaki yang diduga menjadi perakit soft gun menjadi revolver di sebuah asrama di kota Makassar

Direktur Kriminal umum Polda Sulsel Kombes Pol Indra Jaya mengungkapkan bahwa Irham tertangkap usai mengirimkan 3.000 amunisi dari senjata rakitan ke kota Tangerang, Jawa Barat. 

Saat itu, Polres Tangerang berhasil menangkap salah satu pembeli hasil rakitan Irham ini. 

"Ini pengembangan dari Polres Tangerang di mana ada tersangka yang ditangkap di sana. Penjualan amunisi dari sini sekitar 3.000 butir. Setelah itu tim gabungan dari Polres Tangerang dan kita (resmob) menangkap IR dan barang buktinya berupa senjata revolver yang awalnya soft gun diubah jadi revolver," kata Indra Jaya, Selasa (28/1/2020).


Baca juga: Miliki Pen Gun secara Ilegal, Pedagang di Maros Ditangkap Polisi

Indra Jaya mengatakan bahwa pembuatan senjata rakitan yang dilakukan oleh Irham berskala home industry atau dibuat sendiri di kediamannya. 

Tidak lama setelah menginterogasi Irham, anggota Resmob mengamankan Naba (37) di Desa Abulu Selatan, Kabupaten Maros.

Dari penangkapan ini, polisi menyita senjata jenis pen gun. Peredaran senjata ini disebut sebagai fenomena baru di Sulawesi Selatan. 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo yang dikonfirmasi Kompas.com mengatakan, Naba membeli senjata jenis ini dengan dua buah peluru kaliber 22 seharga Rp 3,5 juta dari Irham. 

Sejauh ini, penyidik kata Ibrahim baru menemukan peredaran senjata ini di Maros.

Ibrahim mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terkait peredarannya. 

"Kita sedang mendalami pengedarannya dan ini salah satu yang berhasil kita kembangkan. Namun yang lain tetap dikembangkan," kata Ibrahim kepada Kompas.com, Selasa sore. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jawaban Aulia Saat Diminta Jadi Wakil Bobby Nasution di Pilkada Medan

Jawaban Aulia Saat Diminta Jadi Wakil Bobby Nasution di Pilkada Medan

Regional
Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Ini Pengakuan Koki yang Ditangkap Setelah Pesan Ganja dari Inggris untuk Bumbu Masak

Regional
Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng 'All Star Timuran' yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Polisi Buru 11 Remaja Anggota Geng "All Star Timuran" yang Bacok Warga Semarang Tanpa Alasan

Regional
Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X