Keraton Agung Sejagat dan Pentingnya Critical Thinking

Kompas.com - 25/01/2020, 18:18 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.


SAAT ini berbagai informasi baru, baik itu informasi yang benar maupun tidak, banyak bermunculan dan dengan sangat mudah bisa diakses melalui media sosial (medsos) dan media lainnya.

Dengan kecanggihan teknologi, informasi pun dengan mudah disebarkan dan menjadi pesan berantai.

Namun, kebenaran informasi itu selayaknya disikapi dengan critical thinking.


Fenomena kerajaan dan budaya residu

Munculnya informasi tentang Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah sebagai penerus Kerajaan Majapahit dan Sunda Empire-Earth Empire di Bandung Jawa Barat yang sangat viral tidak terlepas dari peran media massa dalam mengangkat berita sehingga menjadi trending.

Pembicaraan tentang kedua kerajaan tersebut telah tayang di berbagai media televisi dengan mengundang pakar-pakar terkait, seperti psikolog, sosiolog, akademisi dan lain-lain.

Para pengamat menyampaikan argumen mereka dengan menyimpulkan fenomena ini sebagai ketidakpuasan terhadap keadaan sosial, politik, maupun ekonomi di lingkungannya sehingga menciptakan dunia ideal yang dicita-citakan dan dianggap utopis, sampai dengan kesimpulan indikasi megalomania pada individu-individu tokohnya.

Fenomena ini mengingatkan kembali pada pandangan Raymon William tentang garis besar ciri residual culture atau budaya residu yaitu budaya yang mengikutsertakan unsur unsur masa lalu yang masih diterima, tetapi penempatannya dalam budaya kontemporer sangatlah beragam.

Unsur unsur terkait dengan kerajaan ataupun kekaisaran yang sebenarnya merupakan bagian pemerintahan masa lalu ini digali dan dibangkitkan kembali secara sadar, singkatnya, budaya ini mengambil nilai nilai masa lalu, yang bukan bagian budaya dominan, tetapi terus hidup dan digunakan dalam tindakan masa kini.

Eskapisme

Para tokoh dan kelompok tersebut menjadikan budaya residu untuk mencari jalan keluar yang bersifat eskapis dan cenderung ingin mewujudkan tatanan hidup yang sebenarnya hanya sebuah utopia.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indosia (KBBI), eskapisme mengacu pada pengertian adanya kehendak atau kecenderungan menghindar dari kenyataan dengan mencari hiburan dan ketenteraman yang ada di dunia khayal atau situasi rekaan.

Eskapisme yang dilakukan oleh kelompok-kelompok semacam ini disebabkan oleh krisis akan sesuatu yang diasumsikan sebagai yang stabil, koheren itu, ternyata tidak didapatkan.

Yang didapatkan justru keraguan dan ketidakjelasan dan untuk menghapuskan ketidakjelasan itu, maka dicarilah identitas yang dapat mewakili suatu kehadiran yang utuh, stabil, dan koheren.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Longsor Landa Kabupaten Solok, 1.650 Warga Terisolasi

Regional
Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi, Wanita Paruh Baya Ini Ditangkap

Regional
Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Mudik Lebaran 2020, PT KAI Divre III Palembang Siapkan 63.228 Tiket

Regional
Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Dikira Harimau, Jejak Kaki Kucing Hutan Bikin Heboh Warga Musi Banyuasin

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Ridwan Kamil Sebut Jabar Krisis Daging Sapi

Regional
Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Pemulangan Anak WNI Eks ISIS, Wapres: Masih Dipertimbangkan

Regional
Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Uang Rp 47 Juta Pemiliik Kontrakan Dibawa Lari Suami Istri yang Ngaku Mampu Gandakan Jadi Rp 23 M

Regional
Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Bupati Malang Pindah Partai ke PDI-P untuk Rekomendasi Pilkada

Regional
PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

PDI-P Umumkan Pasangan Calon di Pilkada Medan Akhir Februari atau Maret, Bobby dan Akhyar Masuk Radar

Regional
Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Ini 4 Pasangan Tahap Pertama yang Diusung PDI-P di Pilkada Sumut, Semuanya Petahana

Regional
Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Pembunuhan Pria di Belakang Pabrik Roti di Lampung Didalangi Sang Istri

Regional
Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Kasus Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku, Ini Kata Kepala Dinas Pendidikan

Regional
Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Ibu TNI Korban Heli Jatuh di Papua: Aku Hancur, Anakku Sudah Meninggal...

Regional
Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Polisi Tembak Kaki Anggota Geng Sadis yang Bacok 2 Warga Kulon Progo

Regional
Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Kisah Risky, Calon Polisi yang Viral karena Cium Kaki Ayahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X