Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Kompas.com - 25/01/2020, 08:59 WIB
Polisi mengevakuasi korban Astrid KOMPAS.COM/FIRMANSYAHPolisi mengevakuasi korban Astrid

BENGKULU, KOMPAS.com - Pihak keluarga Astrid (15), pelajar SMA warga Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu yang jasadnya ditemukan hanya tinggal tengkorak kepala meyakini bila Astrid belum meninggal dunia.

Astrid sebelumnya menghilang sejak November 2019.

Berdasarkan pengakuan Yo, terduga pelaku pembunuh Astrid yang saat ini ditahan di Mapolres Rejang Lebong, jasad Astrid dibuang di Jembatan Air Merah, Desa Air Merah, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Saat dilakukan pencarian ke lokasi tersebut, ditemukan tengkorak kepala dan kaki.

"Saya belum yakin kalau tengkorak yang ditemukan itu adalah Astrid dan mudah-mudahan bukan Astrid," kata Nurhayati, nenek Astrid di Rejang Lebong, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Akun Facebook Giring Polisi Ringkus Pelaku Mutilasi Pelajar di Bengkulu

Pihak keluarga akan mempercayai bila hasil tes DNA telah didapatkan. Sejauh ini kepolisian telah mengambil sejumlah sampel seperti rambut dan lainnya dari anggota keluarga Astrid.

"Kalau hasil tes DNA keluar barulah kami percaya," tambah Nurhayati.

Nurhayati mengaku merasa janggal dengan tengkorak kepala yang ditemukan. Misalnya rahang terlalu besar, sementara rahang Astrid tidak sebesar itu.

Selanjutnya, semua gigi rontok menyisakan geraham kiri dan kanan. Pada bagian rambut telah lapuk.

Menurut Nurhayati waktu dua bulan tidak membuat rambut lapuk. Sementara pada tengkorak yang ditemukan rambut telah melapuk.

Nurhayati selaku nenek Astrid menambahkan sebelum dinyatakan hilang, dirinya merasakan sayang yang berlebihan terhadap Astrid.

Baca juga: Pelaku Pembunuh Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan Diduga Berperilaku Seks Menyimpang

Ia bahkan memeluk dan menciumi Astrid sepanjang malam sehari sebelum Astrid dinyatakan hilang.

"Saya mendadak merasa takut kehilangan Astrid, sepanjang malam saya peluk dan elus, perasaan itu muncul sebelum Astrid dinyatakan hilang," demikian Nurhayati.

Sebelumnya diberitakan Aatrid menghilang sejak November 2019. Berdasarkan penelusuran polisi didapati pelaku adalah Yo, sopir angkot langganan Astrid.

Astrid dibunuh dengan cara dicekik. Motif pelaku adalah hendak menguasai motor yang dimiliki Astrid.

Pelaku diringkus polisi karena menggunakan ponsel milik Korban. Polisi mendeteksi akun Facebook Astrid masih terlihat aktif sementara Astrid dinyatakan hilang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X