68 Pekerja Indonesia Dideportasi dari Malaysia, Ada yang Kabur dari Majikan karena Gaji Tak Dibayar

Kompas.com - 24/01/2020, 10:25 WIB
Sebanyak 68 pekerja migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia didata di Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kalbar, Kamis (23/1/2020). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASebanyak 68 pekerja migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia didata di Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kalbar, Kamis (23/1/2020).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sebanyak 68 pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia pada Kamis (23/1/2020) malam.

Pekerja migran yang terdiri 49 orang pria dan 19 orang perempuan tersebut dideportasi melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan di Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Andi Kusuma Irfandi mengatakan, sebelum dideportasi, pekerja migran itu terlebih dahulu ditangkap Polis Diraja Malaysia karena sejumlah pelanggaran.

"Mereka ini ditangkap dulu di sana (Malaysia), diproses hukum, baru dideportasi," kata Andi kepada sejumlah wartawan di Kantor Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kalimantan Barat, Kamis malam.

Baca juga: Kemenkumham Jateng Deportasi 70 WNA, Sebagian Besar dari China

Andi mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan, diketahui kasus-kasus yang dialami pekerjaan migran tersebut, yakni meliputi 19 orang tidak memiliki paspor, 40 orang tak memiliki permit atau izin kerja, 6 orang permit dan 3 orang kabur dari majikan karena gaji tak dibayar.

Sementara itu, 68 pekerja migran Indonesia itu berasal dari 9 provinsi, yakni 46 orang dari Kalimantan Barat; 7 orang dari Jawa Timur; 4 orang dari Nusa Tenggara Barat; 2 orang dari Jawa Tengah; 1 orang dari Lampung; 5 orang dari Jawa Barat; 1 orang dari Nusa Tenggara Timur; 1 orang dari DKI Jakarta; dan 1 orang dari Banten.

"Pekerja migran ini akan terlebih dahulu didata ulang sebelum dikembalikan kepala keluarga masing-masing," tutup Andi.

Baca juga: Malaysia Deportasi 127 WNI ke Nunukan

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Regional
Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X