5 Nisan dari Kayu Ulin Hilang di TPU Samarinda, Diduga Dicuri untuk Dijual

Kompas.com - 21/01/2020, 19:58 WIB
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Abdul Hasan, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/1/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONTempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Abdul Hasan, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/1/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Lima nisan yang terbuat kayu ulin hilang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Abdul Hasan, Samarinda, Kalimantan Timur.

Nisan-nisan itu diduga dicuri sejak sepekan lalu.

Perajin nisan di TPU Abdul Hasan, Azis mengatakan, hilangnya nisan itu diketahui pihak keluarga saat mengunjungi makam.

"Mereka datang kunjung. Baru mereka beritahu bahwa nisan ulin makam keluarganya hilang," ungkap Azis, saat ditemui awak media di lokasi, Selasa (21/1/2020).


Baca juga: Raja dan Ratu Minta Maaf, Keraton Agung Sejagat Bubar

Dugaan kuat nisan ulin itu dicuri untuk dijual.

Harga nisan ulin cukup mahal berkisar Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta.

"Kami duga nisan-nisan itu dijual. Harganya mahal," jelas Azis.

Kebanyakan nisan yang berada di TPU Abdul Hasan itu ditanam tanpa cor.

Sehingga sangat mudah dicabut oleh oknum tak bertanggung jawab. 

Baca juga: Raja Keraton Agung Sejagat Minta Maaf, Akui Buat Kerajaan Fiktif

Menurut Azis, peristiwa ini baru terjadi pertama kali terjadi.

Kapolsek Samarinda Kota, AKP Yuliansyah mengatakan, telah memerintahkan timnya untuk turun ke lokasi, Rabu (22/1/2020). 

"Kami baru dapat informasi. Rencananya besok tim kami turun ke lokasi," ungkap dia saat dihubungi terpisah. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Regional
Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Regional
Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Regional
Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Regional
Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Regional
Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Regional
Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Regional
Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Regional
Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Regional
Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Regional
Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Regional
Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Regional
Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Regional
Diperiksa, Penganiaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas Malah Tidur Pulas sampai Ngorok

Diperiksa, Penganiaya Bocah 7 Tahun hingga Tewas Malah Tidur Pulas sampai Ngorok

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Olahraga Pagi di Pantai Kuta Mandalika

Wapres Ma'ruf Amin Olahraga Pagi di Pantai Kuta Mandalika

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X