Jadi Sandera Abu Sayyaf, Keluarga Korban: Kami Sangat Khawatir

Kompas.com - 19/01/2020, 19:48 WIB
Mohamad Khairuddin, yang masih berusia 11 tahun, ikut menjadi korban sandera kelompok Abu Sayyaf, pada Kamis (16/1/2020). Khairuddin yang merupakan asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, diculik bersama dengan pamannya, Arsyad bin Dahlan (42), serta empat WNI lainnya ketika sedang mencari ikan di perairan  Tambisan, Tungku Lahad Datu, N Sabah, Malaysia. Hang OutMohamad Khairuddin, yang masih berusia 11 tahun, ikut menjadi korban sandera kelompok Abu Sayyaf, pada Kamis (16/1/2020). Khairuddin yang merupakan asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, diculik bersama dengan pamannya, Arsyad bin Dahlan (42), serta empat WNI lainnya ketika sedang mencari ikan di perairan Tambisan, Tungku Lahad Datu, N Sabah, Malaysia.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Mohamad Khairuddin (11), seorang warga Kabupaten Wakotobi, Sulawesi Tenggara ikut menjadi sandera yang diculik kelompok Abu Sayyaf, pada Kamis (16/1/2020).

Mengetahui informasi itu, pihak keluarga merasa terpukul, dan berharap pemerintah bisa menyelamatkan Khairuddin dan WNI lainnya yang menjadi sandera dengan selamat.

“Saya mewakili dari keluarga sangat berharap kepada pemerintah, supaya anak ini bisa dikeluarkan dengan selamat, karena kami sangat khawatir dengan keselamatan anak ini, kami sangat terpukul,” ujar paman Khairuddin, La Sambo saat dihubungi via telepon, Minggu (19/1/2020).

Khairuddin menjadi korban sandera kelompok Abu Sayyaf bersama dengan pamannya, Arsyad bin Dahlan dan empat WNI lainnya.

Baca juga: Anak Usia 11 Tahun Ikut Disandera Abu Sayyaf, Keluarga Harapkan Bantuan Pemerintah

Dari informasi yang diterima, Khairuddin saat itu ikut pamannya, Arsyad, yang menjadi kapten kapal untuk mencari ikan di Perairan Tambisan, Tungku Lahad Datu, N Sabah, Malaysia.

Namun setelah mereka pergi bukan ikan yang dibawa pulang, melainkan kabar buruk bahwa mereka ditangkap dan disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

“Keluarga di Malaysia telepon, anak ini ikut pamannya (Arsyad) yang menjadi kapten kapal di kapal ikan itu. Adik saya menelepon, kalau anaknya itu sudah dibawa sama Abu Sayyaf,” katanya.

Kabar itu juga diperkuat oleh keterangan 3 orang WNI yang dilepaskan Abu Sayyaf.

“Pengakuan dari tiga orang yang dipulangkan, yang mengatakan anak tersebut ikut juga disandera Abu Sayyaf. Anak itu memang ada (disandera),” ujar dia.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah membenarkan, bahwa ada delapan WNI yang diculik saat kapal ikannya memasuki perairan Tambisan dari arah Filipina.

Namun dari delapan awak kapal ikan itu, tiga orang WNI diantaranya telah dilepaskan.

"Di dalam kapal, terdapat tiga awak kapal WNI yang dilepaskan penculik dan mengkonfirmasi lima awak kapal WNI lainnya dibawa kelompok penculik," kata Plt Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (19/1/2020).

Menyikapi kondisi itu, pemerintah RI sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Filipina. Dan terus berusaha untuk melakukan upaya pembebasan.

Penulis : Kontributor Baubau, Defriatno Neke | Editor : Robertus Belarminus

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Minta Ponsel untuk Belajar, Seorang Ayah Nekat Menjambret

Anak Minta Ponsel untuk Belajar, Seorang Ayah Nekat Menjambret

Regional
Minta Jatah kepada Penerima BLT, Kepala Dusun dan Anggota BPD Diamankan Polisi

Minta Jatah kepada Penerima BLT, Kepala Dusun dan Anggota BPD Diamankan Polisi

Regional
Sebanyak 18 Tenaga Medis RS TK II Pelamonia Makassar Positif Covid-19, Semuanya OTG

Sebanyak 18 Tenaga Medis RS TK II Pelamonia Makassar Positif Covid-19, Semuanya OTG

Regional
Surabaya Jadi Zona Hitam, Apa yang Terjadi?

Surabaya Jadi Zona Hitam, Apa yang Terjadi?

Regional
Sepekan Nihil Covid-19, Wonogiri Dapat Tambahan 2 Pasien Positif Corona

Sepekan Nihil Covid-19, Wonogiri Dapat Tambahan 2 Pasien Positif Corona

Regional
Pemprov Jabar Siapkan Mobile Lab untuk Uji Sampel Swab dan Rapid Test

Pemprov Jabar Siapkan Mobile Lab untuk Uji Sampel Swab dan Rapid Test

Regional
Kerap Berinteraksi dengan Warga, 3 Pejabat Pemkot Semarang Positif Covid-19

Kerap Berinteraksi dengan Warga, 3 Pejabat Pemkot Semarang Positif Covid-19

Regional
Taman Nasional Way Kambas Belum Berencana Buka Akses Wisata

Taman Nasional Way Kambas Belum Berencana Buka Akses Wisata

Regional
Dian Kristiandi Dilantik Jadi Bupati Jepara, Gantikan Ahmad Marzuqi yang Terjerat Kasus Suap

Dian Kristiandi Dilantik Jadi Bupati Jepara, Gantikan Ahmad Marzuqi yang Terjerat Kasus Suap

Regional
Seorang Warga Tewas Ditembak KKB, Kapolda Papua: Pelaku Mengaku Tentara Hutan

Seorang Warga Tewas Ditembak KKB, Kapolda Papua: Pelaku Mengaku Tentara Hutan

Regional
Ini Pengakuan Anak yang Rekam Ayah Aniaya Ibunya: Saya Tak Tahan Lagi...

Ini Pengakuan Anak yang Rekam Ayah Aniaya Ibunya: Saya Tak Tahan Lagi...

Regional
Kesedihan Ridwan Kamil Batal Ikut Ibadah Haji Tahun Ini

Kesedihan Ridwan Kamil Batal Ikut Ibadah Haji Tahun Ini

Regional
Cerita Tragis Satiri, Pemburu Pohon Serut Tewas Tertimpa Batu Besar di Sukoharjo

Cerita Tragis Satiri, Pemburu Pohon Serut Tewas Tertimpa Batu Besar di Sukoharjo

Regional
Takut Kuburkan Jenazah Saat Pandemi, Warga di Gunungkidul Biarkan Jasad Kakek Berjam-jam

Takut Kuburkan Jenazah Saat Pandemi, Warga di Gunungkidul Biarkan Jasad Kakek Berjam-jam

Regional
Viral Pelantikan Kepala Sekolah Tak Patuhi Protokol Covid-19, Pemkot Surabaya Minta Data Peserta

Viral Pelantikan Kepala Sekolah Tak Patuhi Protokol Covid-19, Pemkot Surabaya Minta Data Peserta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X