PVMBG Sebut Potensi Gerakan Tanah di Kecamatan Sukajaya Bogor Tinggi

Kompas.com - 16/01/2020, 14:08 WIB
Sejumlah Kampung di Kecamatan Sukajaya masih belum bisa diakses untuk kendaraan roda empat karena infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSejumlah Kampung di Kecamatan Sukajaya masih belum bisa diakses untuk kendaraan roda empat karena infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah, Rabu (15/1/2020).

Di bawah batuan gunung api terendapkan batuan lebih tua Tuf dan Breksi (Tmtb) yang tersusun oleh tuf batuapung, breksi tufan bersusunan andesit, batu pasir tuf, lempung tufan dengan kayu terkersikkan dan sisa tumbuhan dan batupasir berlapis silang.

Batuan lebih tua lagi di bawah tuf dan breksi adalah batu pasir, tuf batuapung, napal dengan moluska, batu gamping, batu lempung dengan lempung bitumen dan sisipan lignit dan sisa damar dari Formasi Bojongmanik (Tmb).

Menurut Kasbani, kondisi air permukaan di sekitar lokasi gerakan tanah dipengaruhi oleh curah hujan dan banyak terdapat mata air pada lereng di bagian bawah perbukitan.

"Keairan pada saat kejadian gerakan tanah mengalami kenaikan yang tinggi akibat curah hujan yang turun sebesar 301,6 mm dalam satu hari. Pada saat pemeriksaan dijumpai aliran-aliran air yang cukup deras pada material longsoran yang masih tertahan pada bagian atas lereng," kata Kasbani.

PVMBG pun mencatat bahwa di Kecamatan Sukajaya banyak mengalir sungai besar dan anak-anak sungai atau alur tahunan.

"Sungai dan anak-anak sungai ini bermuara di Sungai Cidurian yang mengalir dari selatan ke utara," tuturnya.

Dijelaskan, gerakan tanah ini pada umumnya terjadi pada lahan berupa ladang, kebun campuran, lahan kosong di sekitar pemukiman dan lahan belukar di sekitar lereng di atas atau bawah tubuh jalan.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Bogor, lokasi gerakan tanah di Kecamatan Sukajaya termasuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah sampai tinggi.

"Artinya daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," katanya.

Baca juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Penambang Ilegal di Kawasan Bogor

Sebelumnya diberitakan, longsor yang terjadi di Kecamatan Sukajaya menelan sejumlah korban.

Seperti halnya di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tiga orang yang tertimbun longsor masih belum ditemukan sampai saat ini.

Sementara itu, Tim SAR gabungan telah menutup proses pencarian. Namun demikian, Tim SAR Bandung masih siaga melakukan pemantauan jika suatu saat warga menemukan korban tertimbun.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X