PVMBG Sebut Potensi Gerakan Tanah di Kecamatan Sukajaya Bogor Tinggi

Kompas.com - 16/01/2020, 14:08 WIB
Sejumlah Kampung di Kecamatan Sukajaya masih belum bisa diakses untuk kendaraan roda empat karena infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSejumlah Kampung di Kecamatan Sukajaya masih belum bisa diakses untuk kendaraan roda empat karena infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah, Rabu (15/1/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) memeriksa gerakan tanah di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Seperti diketahui, gerakan tanah itu terjadi pada Rabu, 1 Januari 2020, sekitar pukul 08.00 WIB pagi setelah sebelumnya hujan deras dengan intensitas tinggi sejak pukul 01.00 WIB dini hari.

Kepala PVMB Kasbani mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan di beberapa titik di lokasi gerakan tanah di Kecamatan Sukajaya.

Lokasi itu meliputi Jalur jalan Cigudeg-Sukajaya, Desa Harkat Jaya yang meliputi Jalur Jalan Harkat Jaya-Urug dan Kampung Sinar Harapan.

Baca juga: Tanggap Darurat Bencana Bogor Diperpanjang Hingga 14 Hari ke Depan

 

Lalu jalur Jalan Sukajaya-Pasir Madang yang meliputi wilayah Desa Sukajaya, Sipayung, Jayaraharja, Sukamulih, dan Pasir Madang, dan Desa Pasir Madang.

Menurut Kasbani, secara morfologi, daerah di sekitar lokasi gerakan tanah ini pada umumnya merupakan perbukitan bergelombang berupa lereng agak terjal sampai sangat terjal.

"Bahkan pada beberapa tempat hampir tegak dengan kemiringan antara 150 sampai mendekati 900," kata Kasbani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/1/2020).

Pada Peta Geologi Lembar Leuwidamar, lanjut Kasbani, secara regional gerakan tanah terjadi pada batuan gunungapi Endut (Qpv) yang tersusun oleh breksi gunung api, lava, dan tuf. 

Di bawah batuan gunung api tersebut terendapkan satuan yang tersusun oleh batulempung, betulempung pasiran, dan lignit dari Anggota Batulempung dari Formasi Bojong Manik (Tmbc).

Sementara berdasarkan Peta Geologi Lembar Bogor, secara regional lokasi gerakan tanah tersusun oleh tuf batuapung pasiran dari Gunungapi Salak (Qv) dan di bawahnya terendapkan batuan gunungapi tua yang terdiri dari breksi dan aliran lava (Qvu).

Di bawah batuan gunung api terendapkan batuan lebih tua Tuf dan Breksi (Tmtb) yang tersusun oleh tuf batuapung, breksi tufan bersusunan andesit, batu pasir tuf, lempung tufan dengan kayu terkersikkan dan sisa tumbuhan dan batupasir berlapis silang.

Batuan lebih tua lagi di bawah tuf dan breksi adalah batu pasir, tuf batuapung, napal dengan moluska, batu gamping, batu lempung dengan lempung bitumen dan sisipan lignit dan sisa damar dari Formasi Bojongmanik (Tmb).

Menurut Kasbani, kondisi air permukaan di sekitar lokasi gerakan tanah dipengaruhi oleh curah hujan dan banyak terdapat mata air pada lereng di bagian bawah perbukitan.

"Keairan pada saat kejadian gerakan tanah mengalami kenaikan yang tinggi akibat curah hujan yang turun sebesar 301,6 mm dalam satu hari. Pada saat pemeriksaan dijumpai aliran-aliran air yang cukup deras pada material longsoran yang masih tertahan pada bagian atas lereng," kata Kasbani.

PVMBG pun mencatat bahwa di Kecamatan Sukajaya banyak mengalir sungai besar dan anak-anak sungai atau alur tahunan.

"Sungai dan anak-anak sungai ini bermuara di Sungai Cidurian yang mengalir dari selatan ke utara," tuturnya.

Dijelaskan, gerakan tanah ini pada umumnya terjadi pada lahan berupa ladang, kebun campuran, lahan kosong di sekitar pemukiman dan lahan belukar di sekitar lereng di atas atau bawah tubuh jalan.

Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Bogor, lokasi gerakan tanah di Kecamatan Sukajaya termasuk dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah sampai tinggi.

"Artinya daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," katanya.

Baca juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Penambang Ilegal di Kawasan Bogor

Sebelumnya diberitakan, longsor yang terjadi di Kecamatan Sukajaya menelan sejumlah korban.

Seperti halnya di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tiga orang yang tertimbun longsor masih belum ditemukan sampai saat ini.

Sementara itu, Tim SAR gabungan telah menutup proses pencarian. Namun demikian, Tim SAR Bandung masih siaga melakukan pemantauan jika suatu saat warga menemukan korban tertimbun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Jadi Korban Arisan dan Investasi Fiktif Beromzet Rp 200 Juta, Ibu-ibu Laporkan Istri Polisi

Diduga Jadi Korban Arisan dan Investasi Fiktif Beromzet Rp 200 Juta, Ibu-ibu Laporkan Istri Polisi

Regional
Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Riset Media Sosial: Netizen Beri Nilai Rapor 66 untuk Kinerja Jokowi

Regional
7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

7 Rumah di Pangandaran Rusak Akibat Diguncang Gempa Magnitudo 5,9

Regional
KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

KPU Kota Semarang Sediakan 3.447 Alat Bantu Huruf Braille untuk Pemilih Tunanetra

Regional
Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Istri Polisi di Kaltim Jadi Tersangka Investasi Bodong dan Arisan Online Rp 200 Juta

Regional
Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X