Penyaluran KUR di Papua Tembus Rp 1 Triliun

Kompas.com - 15/01/2020, 15:20 WIB
Ilustrasi uang SHUTTERSTOCKIlustrasi uang

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua, Adolf Simanjuntak menyebut, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di provinsi tersebut selama 2019 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

"KUR kami meningkat, 2018 realisasinya Rp 940 miliar sedangkan 2019 Rp 1,018 triliun, jadi tumbuh 8,4 persen," ujar Adolf, di Jayapura, Rabu (15/1/2020).

Meski tidak merinci, Adolf menyebut sektor yang dominan dalam menyetap KUR di Papua masih dari sektor perdagangan.

Namun, ia memastikan, sesuai dengan prioritas pemerintah yang ingin meningkatkan produktivitas sektor produksi, perbankan di Papua juga telah menjalankan hal tersebut.

Baca juga: Kasus Korupsi KUR Fiktif BNI Madiun, Dua Pengurus Koperasi Ditahan

Meningkatnya penyaluran KUR di Papua, terang Adolf, patut diapresiasi karena tingkat literasi keuangan di Papua masih yang terendah di seluruh Indonesia.

"Memang tumbuhnya masih 8,4 persen, tapi ini menandakan bahwa masyarakat Papua sudah terinformasi ada kredit dengan suku bunga yang rendah," kata dia.

Untuk 2020, ia meyakini penyaluran KUR dapat lebih dioptimalkan, terutama karena suku bunga KUR yang sebelumnya 7 persen, akan diturunkan menjadi 6 persen.

Terlebih pada 2020, akan ada penyelenggaraan PON di Papua. Kegiatan itu diyakini bisa menstimulan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM).

"Itu akan menggeliatkan UMKM yang sesuai dengan sasaran KUR," kata dia.

"Tapi ini juga tergantung pemerintah daerah yang punya data untuk menentukan mana saja pelaku UMKM yang pantas mengakses KUR," sambung Adolf.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Regional
Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Regional
Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Regional
Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Regional
Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Regional
Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Regional
Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X