Kasus Korupsi KUR Fiktif BNI Madiun, Dua Pengurus Koperasi Ditahan

Kompas.com - 28/11/2019, 21:40 WIB
Ilustri korupsi ShutterstockIlustri korupsi

MADIUN, KOMPAS.com—Dua tersangka kasus dugaan korupsi kredit usaha rakyat ( KUR) fiktif BNI Madiun senilai Rp 1,4 miliar ditahan di Lapas Kelas I Kota Madiun, Kamis (28/11/2019) sore.

Ketua Koperasi Galang Arta Sejahtera, Hendry Winarno (37) dan Didiek Krisdianto (49) ditahan setelah penyidik Tipikor Satreskrim Polres Madiun menyerahkan keduanya dan barang bukti kasus yang merugikan negara Rp 1,4 miliar itu ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun.

“Tadi kedua tersangka ditahan dititipkan di Lapas Kelas I Kota Madiun setelah kami serahkan ke jaksa penuntut umum Kejari Kabupaten Madiun. Dua tersangka yang berperan sebagai pengurus Koperasi Galang Arta Sejahtera itu kami serahkan setelah jaksa penuntut umum menyatakan berkasnya lengkap,” kata Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro yang dihubungi Kompas.com, Kamis (28/11/2019) malam.

Baca juga: Buron 2 Tahun, Terpidana Korupsi KUR BNI Bandung Ditangkap di Solo

Logos mengatakan, usai diserahkan ke jaksa penuntut umum, kedua tersangka akan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor di Surabaya dalam waktu dekat.

Kasus ini mulai ditangani Polres Madiun setelah mendapatkan informasi adanya kemacetan pembayaran KUR BNI di Kota Madiun dari Koperasi Galang Arta Sejahtera tahun 2012-2014 sejak Oktober tahun 2017.

Setelah diselidik, polisi menemukan adanya indikasi, koperasi yang beroperasi di Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, itu merekayasa data anggotanya sebagai pemohon kredit seakan-akan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Padahal anggota koperasi tersebut banyak yang tidak mengajukan KUR.

Baca juga: Kasus KUR Fiktif di Madiun, Polisi Periksa Dua Pejabat BNI

Diberitakan sebelumnya, penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun menemukan aliran dana fiktif kredit usaha rakyat yang disalurkan BNI Cabang Madiun kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Galang Artha Sejahtera. Akibatnya negara dirugikan hingga Rp 1,4 miliar.

"Dalam proses pengajuan KUR tahun 2012-2014 telah terjadi rekayasa. Data nama-nama yang dicantumkan dalam penerimaan dana KUR ke BNI Cabang Madiun fiktif sekitar 300 orang. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar," ujar Kasat Reskrim Polres Madiun yang saat itu masih dijabat AKP Hanif Fatih Wicaksono, Selasa (10/10/2017). 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

4 Dokter yang Tangani Lina Mantan Istri Sule Dimintai Keterangan Polisi

Regional
Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X