Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi di Bima, 10 Orang Terombang-ambing

Kompas.com - 08/01/2020, 17:36 WIB
Korban kapal tenggelam saat dirawat di Puskesmas Sape KOMPAS.COM/SYARIFUDINKorban kapal tenggelam saat dirawat di Puskesmas Sape

BIMA, KOMPAS.com - Sebuah kapal yang mengangkut 7 penumpang dan 3 anak buah kapal tenggelam di sekitar perairan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ( NTB).

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tenggelamnya kapal tersebut.

Seluruh penumpang dilaporkan selamat berkat papan kayu dan jaket pelampung.

Koordinator Tim SAR Bima Heriyanto mengatakan, peristiwa kapal tenggelam itu terjadi pada Selasa (7/1/2020) malam.

"Kapal tersebut tenggelam karena dihantam gelombang tinggi. Alhamdulillah, semua penumpang selamat," ujar Heriyanto melalui pesan singkat saat dikonfirmasi, Rabu (8/1/2020).

Baca juga: Kasus Mutilasi yang Disimpan dalam Kulkas, Suami Korban Jadi Tersangka

Menurut Heryanto, kapal Turis Ratu Bilqis milik Agus, warga Sape, ini sebelumnya berangkat dari pelabuhan Gililawa Labuhan Bajo, NTT, pada Selasa pagi.

Namun, di tengah jalan, ombak tinggi menghantam kapal yang membawa 7 penumpang tersebut.

Akibatnya, kapal tersebut tenggelam sekitar pukul 21.00 WITA.

Sementara itu, 7 penumpang dan 3 ABK terombang-ambing di laut hingga berjam-jam.

Mereka akhirnya ditemukan oleh nelayan yang sedang mencari ikan pada Rabu pagi.

Baca juga: 4 Fakta Kasus Perempuan Dimutilasi di Sumbawa, dari Bau Menyengat hingga Tubuh Ditemukan Terpisah

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X