KILAS DAERAH

Barzah Dompet Dhuafa: Relawan Harus Siap Bersinggungan dengan Jenazah

Kompas.com - 02/01/2020, 15:22 WIB
Manajer Program Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa, Madroi, memandu para relawan dalam pelatihan pemulasaran jenazah bagi para relawan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. DOK. Humas Dompet DhuafaManajer Program Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa, Madroi, memandu para relawan dalam pelatihan pemulasaran jenazah bagi para relawan di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

KOMPAS.com – Manajer Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa, Madroi menyebut, seorang relawan sudah sepatutnya mampu mengurus jenazah atau setidaknya memiliki teorinya.

Ia melanjutkan, di dunia kerelawanan dan kemanusiaan, apalagi saat bencana, seorang relawan tidak akan lepas dari bersinggungan dengan jenazah.

Madroi menyampaikan pernyataan itu saat pelatihan mengurus jenazah kepada relawan kemanusiaan di Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/12/2019).

Baca juga: Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Bergerak pada Isu Kemanusiaan

“Jika perlu, kelak kita dapat bersama mewujudkan layanan pengurusan jenazah secara gratis sebagai salah satu tugas kemanusiaan,” kata dia dalam keterangan tertulis.

Menurut Madroi, saat ini Barzah Dompet Dhuafa sudah membuka layanan jenazah gratis di beberapa daerah.

Pelatihan mengurus jenazah

Kegiatan pelatihan itu merupakan inisiatif lembaga swadaya masyarakat, Gerak Bareng. Ketua Yayasan Gerak Bareng Rizki Yansyah menganggap pelatihan sebagai ilmu yang sangat bermanfaat.

“Saya baru pertama kali mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah sekaligus langsung simulasinya,” kata dia.

Rizki melanjutkan, Gerak Bareng dan Barzah Dompet Dhuafa memiliki kesamaan program, yaitu memberikan pelayanan ambulans gratis.

Namun, imbuh dia, hingga saat ini pihaknya baru sebatas antar-jemput jenazah saja. Belum sampai ke tahap pemulasaran.

Baca juga: Dompet Dhuafa, Pemerintah, dan NGO Komitmen Eliminasi Tbc pada 2030

“Ke depannya, Gerak Bareng akan bersinergi dengan Barzah dalam memberikan layanan pemulasaran gratis, terlebih bagi pihak kurang mampu dan yang tidak diketahui identitasnya,” ujar Rizki.

Selain itu, imbuh dia, ruang lingkup program juga baru sekitar Jakarta. Nantinya, Gerak Bareng juga mengajak relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan lain untuk turut mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah melalui jaringannya.

Hingga waktu pelaksanaan, relawan dari sejumlah lembaga hadir mengikuti pelatihan.

Lembaga-lembaga yang terdata di antaranya Korps Respon Cepat (KRC), Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), KORGAD, Gerak Bareng, dan beberapa pengurus pondok pesantren.

Tak hanya itu, Gerak Bareng juga membuka pelatihan untuk umum. Beberapa warga desa dan luar desa turut hadir pada pelatihan tersebut. Sebagian dari mereka mengaku memang berprofesi sebagai pengurus jenazah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X