5 Fakta Teror Ular Kobra yang Tewaskan 4 Warga di Gowa, Digigit Saat Berkebun hingga 2 Meninggal di Tempat

Kompas.com - 20/12/2019, 08:06 WIB
Asis (28) tengah memperlihatkan ular jenis King Kobra yang berhasil ditangkap diperkebunan Desa Mammampang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Rabu, (18/12/2019). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Asis (28) tengah memperlihatkan ular jenis King Kobra yang berhasil ditangkap diperkebunan Desa Mammampang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Rabu, (18/12/2019).

KOMPAS.com - Empat orang petani di Desa Mamampang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas digigit ular saat sedang berkebun.

Dua di antaranya tewas di tempat dan sisanya tewas saat dievakuasi ke rumah sakit.

Adanya peristiwa tersebut, membuat sejumlah warga enggan mengolah kebunnya lantaran takut menjadi korban serangan ular kobra.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Kejadian pertama

Ilustrasi ular kobrashutterstock Ilustrasi ular kobra

Kepala Desa Mamampang Azis Daus mengatakan, kemunculan ular tersebut merupakan hal yang baru pertama kali terjadi di wilayahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi kemunculan ular kobra tersebut sampai membuat warga tewas. Menurutnya, Sulsel bukanlah wilayah endemik ular kobra.

"Kalau ular semacam piton sejak dulu banyak, tetapi penemuan ular kobra sampai ada warga yang tewas baru kali ini terjadi," ujarnya.

Baca juga: Kobra Tewaskan Empat Warga, Petani Takut Berkebun

 

2. Empat warga tewas digigit ular dua tewas ditempat

Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

Kanit Binmas Polsek Tombolopao, Aipda Musruri mengatakan, kemunculan ular kobra di Desa Mamampang setidaknya sudah ada empat warga yang tewas digigit ular kobra.

"Sudah ada empat korban digigit ular kobra dan dua di antaranya meninggal di tempat yang lainnya meninggal saat dievakuasi ke rumah sakit," ujarnya kepada Kompas.com di lokasi penemuan, Rabu (18/12/2019).

Bahkan baru-baru ini, warga desa setempat digegerkan dengan fenomena ular kobra dengan panjang empat meter masuk keperkarangan rumah.

Baca juga: Digigit Ular Kobra Saat Berkebun, 2 Warga Gowa Tewas di Tempat

 

3. Dua warga yang tewas di tempat alami luka bekas berwarna hitam

-THINSTOCK -

Azis mengatakan, warga yang terkena gigitan ular kobra seketika akan mengalami panas tinggi dan kesulitan bernapas.

"Luka bekas gigitan ular berwarna hitam, korban meninggal di tempat," katanya.

Diketahui empat orang petani di Desa Mamampang, Kabupaten Gowa, tewas digigit ular saat sedang berkebun.

Dua di antaranya tewas di tempat dan sisanya tewas saat dievakuasi ke rumah sakit.

Baca juga: 2 Warga Gowa yang Tewas di Tempat Setelah Digigit Ular Kobra Alami Luka Bekas Berwarna Hitam

 

4. Warga takut berkebun

Riming (50) bersama petani memperlihatkan lokasi terakhir kemunculan ular kobra yang telah menewaskan empat warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kamis, (19/12/2019).KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T. Riming (50) bersama petani memperlihatkan lokasi terakhir kemunculan ular kobra yang telah menewaskan empat warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kamis, (19/12/2019).

Setelah adanya peristiwa warga digigit ular kobra saat ke kebun, membuat sebagian petani enggan mengolah kebunnya karena takut menjadi serangan ular kobra.

Riming (50) waarga sekitar mengaku berhenti menggarap kebunnya lantaran khawatir menjadi korban.

Pasalnya, sejumlah warga menyaksikan ular kobra masih berkeliaran di perkebunan warga dengan berbagai ukuran.

"Minggu lalu saya lihat langsung itu ular panjangnya sekitar tiga meter lebih. Saya sempat kejar tapi lari ke rimbunan bambu" katanya kepada Kompas.com, Kamis (19/12/2019).

Baca juga: Ternyata, Ini Penyebab Ular Kobra Banyak Muncul pada Akhir 2019

 

5. Pergi ke kebun bersama-sama

Ilustrasi kebun kelapa sawitAFP PHOTO / ROMEO GACAD Ilustrasi kebun kelapa sawit

Namun, adanya teror ular kobra yang menewaskan petani saat berkebun tidak membuat sebagian warga berhenti melakukan aktivitasnya.

Hanya saja, aktivitas dilakukan secara bersama-sama. Hingga saat ini, warga berhasil menangkap dua ekor ular kobra.

"Sekarang kalau ke kebun harus ramai-ramai, tidak boleh sendiri karena takut ada ular," katanya.

Baca juga: Anak Ular Kobra Bermunculan di Cianjur, Warga Resah Induknya Masih Berkeliaran

 

Sumber: KOMPAS.com (Penulis : Kontributor Bone, Abdul Haq | Editor: Khairina)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.