Teror Jejak Harimau Palsu di Lahat, Polhut BKSDA: Dibuat dari Kaus Kaki

Kompas.com - 19/12/2019, 11:54 WIB
Jejak harimau palsu yang ditemukan BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Lahat, Sumatera Selatan. Banyaknya jejak palsu tersebut saat ini membuat warga resah. ISTIMEWA/BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II LahatJejak harimau palsu yang ditemukan BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Lahat, Sumatera Selatan. Banyaknya jejak palsu tersebut saat ini membuat warga resah.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Tewasnya tiga orang di Pagaralam dan Lahat yang diterkam harimau pada satu bulan terakhir ini masih menyisakan rasa ketakutan bagi warga di daerah setempat.

Ironisnya, ditengah rasa ketakutan tersebut justru ada saja orang yang memanfaatkan untuk menebar teror berita bohong kepada masyarakat.

Polisi Hutan dari BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Lahat, Rohmat, mengaku sering mendapatkan laporan jejak harimau palsu.

Belum diketahui motifnya, namun dari temuan itu dianggap ada orang tak bertanggung jawab yang sengaja membuat jejak kaki harimau palsu agar warga takut.

"Contohnya saja jejak palsu, banyak sekali kita temukan. Bahkan, cetakan jejak itu dibuat dari kaus kaki," kata Rohmat kepada Kompas.com, Rabu (18/12/2019).

Baca juga: Banyak Temuan Jejak Harimau Palsu di Lahat, Dicetak dari Kaus Kaki

Disampaikannya, selama dua pekan terakhir ini sudah ada sekitar 14 laporan yang masuk di kabupaten lahat dan Kota Pagaralam.

Dari total laporan itu, dijelaskannya, hanya ada dua jejak harimau yang asli, yaitu di kawasan Kampung IV Gunung Dempo Kota Pagaralam dan Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Lahat.

Sedangkan 12 jejak kaki harimau sisanya, dipastikan palsu.

"Ada telapaknya yang jari lima, ada yang jari empat, jadi tidak tentu. Kalau jejak harimau asli kan tentu bisa ditelusuri sepanjang mana dia berjalan. Ini yang ditemukan hanya satu atau dua telapak saja. Memang harimau bisa terbang?" ujar dia.

Terkait dengan kasus itu, lanjut dia, sudah ada beberapa orang yang ditangkap polisi karena dianggap terbukti menyebarkan berita bohong.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X