Rintik Hujan Iringi Pemakaman Bripda Wisnu, Polisi Korban Tersambar Petir di Gunung Ringgit Pasuruan

Kompas.com - 18/12/2019, 06:14 WIB
Jenazah Bripda Wisnu Mukti S telah dimakamkan di tempat asalnya di Dusun Sanden, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Selasa (17/12/2019). KOMPAS.COM/IKA FITRIANAJenazah Bripda Wisnu Mukti S telah dimakamkan di tempat asalnya di Dusun Sanden, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Selasa (17/12/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Jenazah Bripda Wisnu Mukti S telah dimakamkan di tempat asalnya di Dusun Sanden, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Selasa (17/12/2019).

Rintik hujan dan duka menyelimuti proses pemakamannya.

Bripda Wisnu adalah salah satu dari tiga peserta didik Dasar Bintara dan Dasar Perwira Pusdik Brimob Watukosek Pasuruan, Jawa Timur, yang menjadi korban meninggal dunia akibat tersambar petir.

Saat itu, mereka sedang menjalani pelatihan di puncak Gunung Ringgit Pasuruan, Senin (16/12/2019).

Baca juga: 8 Siswa Polisi Tersambar Petir di Gunung Ringgit Pasuruan, 3 Tewas

Jenazah Bripda Wisnu dimakamkan persis di belakang rumahnya. Setelah sebelumnya dishalatkan keluarga, kerabat, tetangga dan beberapa anggota kepolisian. Prosesi pemakaman dilakukan secara kedinasan.

Kakak sepupu Bripda Wisnu, Suryanto, mengenang sosok almarhum yang berbakti kepada orangtua.

Dua hari sebelum musibah itu, Wisnu sempat video call dengan orangtuanya untuk meminta doa restu karena akan pelatihan di puncak gunung.

"Dua hari kemarin sebelum dia naik ke gunung, persiapan mau naik ke gunung dia video call. Minta doa restu, karena kan waktu penyeberangan sudah selesai, dia izin minta doa mau naik gunung,” tutur Suryanto, kepada wartawan saat ditemui di rumah duka, Selasa (17/12/2019).

Tidak hanya saat itu, anak kedua pasangan R Sukacak S dan Maryati itu rajin menghubungi keluarga selama pendidikan Brimob di Watukosek.

“Kalau kabar-kabar itu sering video call. Kalau ada waktu luang dia (Wisnu) istirahat atau mungkin tidak ada kegiatan dia selalu video call baik dengan bapaknya maupun ibunya,” tambahnya.

Baca juga: 3 Siswa Polisi Tewas Tersambar Petir di Gunung Ringgit Pasuruan, Ini Nama-namanya

Pantauan di rumah duka, banyak karangan bunga ucapan belasungkawa, antara lain dari alumni SMAN 1 Dukun 2015, Kapolres Magelang AKBP Pungky Bhuana Santoso dan Dansat Brimob Polda Jateng Kombes Pol Tory Kristianto.

Kemudian juga datang dari Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Kalemdiklat Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, Dankor Brimob Polri Irjen Pol Anang Revandoko, dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.  



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Fakta Terkini Gunung Semeru Meletus, Potensi Lahar Dingin hingga Imbauan Khofifah

Regional
5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

5 Kecamatan Terendam Banjir di Aceh Utara, Warga: Kami Puluhan Tahun Langganan Banjir...

Regional
Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Regional
Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Regional
Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Probolinggo Saat 2 Warga Bersihkan Lahan

Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Probolinggo Saat 2 Warga Bersihkan Lahan

Regional
Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Karawang?

Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Karawang?

Regional
2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

Regional
Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Regional
Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Regional
Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Regional
Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X