Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Kompas.com - 15/12/2019, 07:11 WIB
Sejumlah pasangan bukan suami istri yang terjaring razia polisi di kamar hotel diberikan tausiah oleh seorang ustadz setelah mendapatkan pembinaan dari Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono, di Mapolres Tegal, Sabtu (14/12/2019) KOMPAS.com/Tresno SetiadiSejumlah pasangan bukan suami istri yang terjaring razia polisi di kamar hotel diberikan tausiah oleh seorang ustadz setelah mendapatkan pembinaan dari Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono, di Mapolres Tegal, Sabtu (14/12/2019)


TEGAL, KOMPAS.com - Belasan pasangan bukan suami istri yang berbuat mesum di sejumlah kamar hotel di sepanjang Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura), Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terjaring dalam operasi yang dilakukan polisi pada Sabtu (14/12/2019).

Mereka digelandang ke Mapolres Tegal oleh petugas dari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal yang tengah melakukan razia kamar hotel.

Setelah didata dan diberikan pembinaan, rata-rata pasangan yang sudah berusia di atas 40 tahun ini kemudian diharuskan mendengarkan ceramah dari seorang ustadz yang didatangkan pihak kepolisian.

Baca juga: Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Kepala Satreskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono mengatakan, razia dengan menyisir sejumlah hotel kelas melati di sepanjang Pantura ini digelar untuk menekan angka kriminalitas.

"Sebelumnya, dari hasil penangkapan, pelaku kejahatan ternyata banyak yang menginap di hotel-hotel dan masuk dari wilayah Pantura, misalnya dari pantura Kecamatan Kramat, kemudian melakukan kejahatan di Kota Slawi," kata Gunawan kepada Kompas.com, Sabtu.

Gunawan mengatakan, razia tersebut sebenarnya agenda rutin yang dilakukan Polres Tegal.

"Namun belum menemukan orang dengan unsur pidana. Justru menemukan pasangan bukan suami istri yang sah," kata dia.

Selanjutnya, pasangan dari latar belakang pegawai negeri sipil (PNS) dan swasta ini kemudian dilakukan pendataan dan pembinaan.

Sejumlah pasangan tersebut ada yang dari Pemalang, Brebes dan Cirebon.

Menurut Gunawan, pihaknya sengaja mengundang ulama setempat untuk memberikan tausiah, agar pasangan yang berbuat suami istri tersebut menyadari perbuatannya bertentangan dengan norma agama.

"Sengaja kami mengundang alim ulama untuk memberikan masukan atau ceramah, agar ada efek jera dan malu. Mereka bermacam latar belakang profesi. Ada yang profesinya swasta dan PNS," kata Gunawan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Unggahan Soal 'Kacung WHO' Buat IDI Meradang, Jerinx Sebut Tak Jera, Ini Alasannya

Unggahan Soal "Kacung WHO" Buat IDI Meradang, Jerinx Sebut Tak Jera, Ini Alasannya

Regional
Geng Motor Sadis di Bogor Mengaku Melukai Korban karena Dendam

Geng Motor Sadis di Bogor Mengaku Melukai Korban karena Dendam

Regional
Kecelakaan Maut Speedboat Tabrak Tongkang Batu Bara, Pengemudi Ternyata Selamat, Kini Jadi Buronan

Kecelakaan Maut Speedboat Tabrak Tongkang Batu Bara, Pengemudi Ternyata Selamat, Kini Jadi Buronan

Regional
Seorang Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal

Seorang Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal

Regional
Polisi Sebut Penyebab Banjir Bandang di Luwu Utara Murni karena Faktor Alam

Polisi Sebut Penyebab Banjir Bandang di Luwu Utara Murni karena Faktor Alam

Regional
PSI Ditawari Rp 1 Miliar untuk Usung Penantang Gibran di Pilkada Solo 2020

PSI Ditawari Rp 1 Miliar untuk Usung Penantang Gibran di Pilkada Solo 2020

Regional
Kesulitan Bayar UKT, Ratusan Dokter Residen di Manado yang Layani Pasien Covid-19 Istirahat

Kesulitan Bayar UKT, Ratusan Dokter Residen di Manado yang Layani Pasien Covid-19 Istirahat

Regional
5 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Dilimpahkan ke Kejaksaan, 7 Masih Buron

5 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Dilimpahkan ke Kejaksaan, 7 Masih Buron

Regional
Fakta Mayat Luka Tembak di Purwakarta, Ada Pelat Mobil Ganda, Diduga Kelompok Pembobol Rumah

Fakta Mayat Luka Tembak di Purwakarta, Ada Pelat Mobil Ganda, Diduga Kelompok Pembobol Rumah

Regional
Gara-gara Terjangkit Corona, 3 Calon Siswa Tamtama Kubur Impiannya Jadi Polisi Tahun Ini

Gara-gara Terjangkit Corona, 3 Calon Siswa Tamtama Kubur Impiannya Jadi Polisi Tahun Ini

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Agustus 2020

Regional
'Kacung WHO' dan 'Tua Bego', Dua Unggahan Jerinx yang Berujung Laporan Polisi

"Kacung WHO" dan "Tua Bego", Dua Unggahan Jerinx yang Berujung Laporan Polisi

Regional
BNPB Beri Bantuan 2 Juta Masker untuk Jawa Barat

BNPB Beri Bantuan 2 Juta Masker untuk Jawa Barat

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Agustus 2020

Regional
Orangtua Siswa Positif Corona, SMP di Kota Tegal Hentikan Belajar Tatap Muka

Orangtua Siswa Positif Corona, SMP di Kota Tegal Hentikan Belajar Tatap Muka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X