Tiga Warga Sumsel Tewas Diterkam Harimau, DPRD Desak Gubernur Lebih Peduli

Kompas.com - 13/12/2019, 17:58 WIB
Harimau sumatera Bonita yang pernah menerkam dua orang warga di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Riau, pada tahun 2018 silam. KOMPAS.COM/IDONHarimau sumatera Bonita yang pernah menerkam dua orang warga di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Riau, pada tahun 2018 silam.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Anggota DPRD Sumatera Selatan(Sumsel) Budiarto Marsul meminta Gubernur Herman Deru untuk lebih peduli kepada masyarakat terkait teror harimau yang saat ini telah merenggut tiga korban jiwa.

Hal itu disampaikan Budiarto langsung kepada Herman dalam sidang Paripurna VII di gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (13/12/2019).

"Rata-rata yang diterkam adalah petani. Kita harap ada kepedulian dari pemerintah provinsi karena statusnya sudah mengkhawatirkan. Kita harap pemprov beserta TNI dan Polri dapat turun tangan," kata Budiarto.

Menurut Budiarto, teror harimau itu makin hari membuat warga takut untuk beraktivitas. Bahkan, saat ini ladang, kebun dan sawah sudah ditinggalkan warga karena tak ingin menjadi mangsa raja hutan tersebut.

"Ini dapat mengganggu ekonomi masyarakat. Semuanya sekarang ketakutan,"ujarnya.

Baca juga: Kasus Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau, BKSDA: Korban Masuk ke Habitatnya

Tanggapan Gubernur Sumsel

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan, jika kasus itu telah ia sampaikan kepada Menteri Lingkungan Hidup pada beberapa waktu lalu.

Selain itu, Herman mengaku akan meninjau langsung tempat munculnya harimau yang meresahkan masyarakat di tiga Kabupaten/kota, Pagaralam, Lahat dan Muara Enim.

"Kita akan bersama-sama ke sana mungkin anggota DPRD dari, Pagaralam, Lahat juga ingin meninjau. Kita lakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat agar dapat kembali ke sana," kata Herman Deru. 

"Tentunya, saat ini masih menanti hasil laporan dari pihak Kepolisan juga, karena ada pula petilasan jejak harimau yang dibuat oleh manusia," ucap Herman Deru.

Herman menduga, fenomena kemunculan harimau tersebut karenakan adanya interaksi proses geotermal di wilayah itu sehingga membuat habitat harimau menjadi terganggu.

"Harimau tidak pernah keluar dari habitat, dia tetap di sana. Hanya beberapa oknum yang berkebun di habitatnya itu. Kedua ada fenomena alam, dari informasi lapangan, ada interaksi ada proses geotermal yang terjadi," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Helm Pink dan Sandal Jadi Petunjuk Identitas Mayat Perempuan Terbakar di Tumpukan Jerami

Helm Pink dan Sandal Jadi Petunjuk Identitas Mayat Perempuan Terbakar di Tumpukan Jerami

Regional
Ini Pengakuan Ayah yang Pukuli Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Ini Pengakuan Ayah yang Pukuli Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Regional
Kemarau Landa Aceh Utara, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Kemarau Landa Aceh Utara, Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Regional
Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Kesal, Ayah Pukuli Wajah Anak Kandung Usia 3 Tahun hingga Tewas

Regional
Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...

Belajar dari Kasus Pawang Ular Tewas Digigit King Kobra, Ahli: Itu Hewan Liar Berbahaya...

Regional
Penderita Antraks di Gunungkidul Capai 30 Orang

Penderita Antraks di Gunungkidul Capai 30 Orang

Regional
Kekasih Akan Menikah dengan Pacar Baru, Pria Ini Upload Foto dan Video Syur ke Facebook

Kekasih Akan Menikah dengan Pacar Baru, Pria Ini Upload Foto dan Video Syur ke Facebook

Regional
BKSDA Palu Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban Bekas

BKSDA Palu Gelar Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban Bekas

Regional
6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

6 Warga China yang Terdampar di Rote Ndao Negatif Virus Corona

Regional
Fakta Baru Perkelahian yang Tewaskan 2 Pemuda, Bermula dari Perselisihan di Arena Balapan Liar

Fakta Baru Perkelahian yang Tewaskan 2 Pemuda, Bermula dari Perselisihan di Arena Balapan Liar

Regional
6 Warga China yang Mengapung di Rote Ndao Sempat Dihadang Tentara Australia

6 Warga China yang Mengapung di Rote Ndao Sempat Dihadang Tentara Australia

Regional
Demi Muluskan Aksi Tipu, Pria yang Ngaku Pegawai BPS Janjikan Korbannya Lolos PNS

Demi Muluskan Aksi Tipu, Pria yang Ngaku Pegawai BPS Janjikan Korbannya Lolos PNS

Regional
4 Tahun Diculik, Pria Paruh Baya di Cianjur Cabuli Korban Belasan Kali

4 Tahun Diculik, Pria Paruh Baya di Cianjur Cabuli Korban Belasan Kali

Regional
Curi Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu, 4 Porter Lion Air Diamankan

Curi Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu, 4 Porter Lion Air Diamankan

Regional
Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Orangtua Mahasiswi Unesa di Wuhan Sebut Anaknya Ingin Cepat Dievakuasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X