3 Pembunuh Harimau Sumatera di Riau Ditetapkan Jadi Tersangka

Kompas.com - 10/12/2019, 15:33 WIB
Bagian tubuh harimau, seperti tulangnya, diyakini memiliki khasiat kesehatan. AFPBagian tubuh harimau, seperti tulangnya, diyakini memiliki khasiat kesehatan.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Penyidik Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Wilayah Sumatera di Pekanbaru, Riau, telah menetapkan tiga orang tersangka pembunuh harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

Hal itu disampaikan Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Eduward Hutapea saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (10/12/2019).

"Tiga orang pelaku sudah kita tetapkan tersangka. Mereka berinisial MY, SS dan TS. Sedangkan dua lagi, SS dan E (istri MY) hanya sebagai saksi dan mereka tidak terkait," ungkap Eduward.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjut dia, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing dalam kasus perburuan harimau tersebut.

"Tersangka MY sebagai eksekutor atau yang menangkap harimau. Kemudian SS dan TS yang menjual kulitnya," sebut Eduward.

Baca juga: Pemburu Tangkap 2 Harimau dengan Cara Disetrum, 4 Janin Diawetkan Dalam Toples

Dia mengatakan, empat ekor janin harimau yang ditemukan, diambil dari dua induk harimau yang dibantai pelaku.

Pelaku kemudian mengambil kulit induk harimau untuk dijual dan janinnya diawetkan.

"Kalau untuk janin, mereka belum tahu kegunaannya untuk apa. Jadi diawetkan dulu. Kalau ada yang beli mereka jual. Sedangkan kulitnya memang untuk dijual, tapi berapa harganya kita nggak tahu, karena pelaku akan mencari harga yang cocok dulu," sebut Edward.

Ketiga tersangka saat ini masih menjalani proses pemeriksaan. Penyidik akan mendalami pengakuan para tersangka tersebut.

Eduward menyebutkan, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 40 Ayat 2 Jo Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Diberitakan sebelumnya, tim Penegakan Hukuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Wilayah Sumatera menangkap lima orang pelaku pemburu harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Riau.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Tenggelam, Alat Kerja Milik Wartawan Istana Terendam Air Laut

Kapal Tenggelam, Alat Kerja Milik Wartawan Istana Terendam Air Laut

Regional
Wisatawan Jakarta yang Hilang Terseret Ombak Pantai Sawarna Ditemukan Tewas

Wisatawan Jakarta yang Hilang Terseret Ombak Pantai Sawarna Ditemukan Tewas

Regional
Dukun Beranak Bawa Kabur Bayi Hasil Aborsi Saat Sang Ibu Pendarahan

Dukun Beranak Bawa Kabur Bayi Hasil Aborsi Saat Sang Ibu Pendarahan

Regional
Warga Parepare Diterkam Buaya Saat Menjaring Ikan

Warga Parepare Diterkam Buaya Saat Menjaring Ikan

Regional
Soal Banjir, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pihak Pengembang dan Pemkot

Soal Banjir, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pihak Pengembang dan Pemkot

Regional
Tangkap 3 Residivis Curanmor di Cianjur, 1 Orang Ditembak Polisi

Tangkap 3 Residivis Curanmor di Cianjur, 1 Orang Ditembak Polisi

Regional
Kesaksian Penumpang Selamat di Kapal Wartawan Istana yang Terbalik di Labuan Bajo

Kesaksian Penumpang Selamat di Kapal Wartawan Istana yang Terbalik di Labuan Bajo

Regional
Wartawan Istana Penumpang Kapal Tenggelam Dievakuasi ke Hotel Plataran

Wartawan Istana Penumpang Kapal Tenggelam Dievakuasi ke Hotel Plataran

Regional
Rekonstruksi Kasus Mahasiswi UIN Makassar Dibunuh Pacar, Pemeran Pengganti Tiba-tiba Kesurupan

Rekonstruksi Kasus Mahasiswi UIN Makassar Dibunuh Pacar, Pemeran Pengganti Tiba-tiba Kesurupan

Regional
Fakta Baru Kasus Pemerkosaan yang Melibatkan Pasutri di Bima

Fakta Baru Kasus Pemerkosaan yang Melibatkan Pasutri di Bima

Regional
Kapal Wartawan Istana Terbalik, Diduga karena Hantaman Ombak

Kapal Wartawan Istana Terbalik, Diduga karena Hantaman Ombak

Regional
Kapal Wartawan Istana Terbalik di Labuan Bajo, Semua Penumpang Selamat

Kapal Wartawan Istana Terbalik di Labuan Bajo, Semua Penumpang Selamat

Regional
Gubernur Kaltim: Dari Kuda Makan Tembaga Sampai Kuda Makan Mentega, Samarinda Sudah Banjir

Gubernur Kaltim: Dari Kuda Makan Tembaga Sampai Kuda Makan Mentega, Samarinda Sudah Banjir

Regional
Kapal Pinisi yang Tenggelam di Labuan Bajo Milik Hotel Plataran

Kapal Pinisi yang Tenggelam di Labuan Bajo Milik Hotel Plataran

Regional
Mendapat Kabar Anaknya Tewas di Indekos, Orangtua Korban Tak Percaya Dipikir Penipuan

Mendapat Kabar Anaknya Tewas di Indekos, Orangtua Korban Tak Percaya Dipikir Penipuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X