Buntut Pria Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Polisi Amankan 2 Pemasok

Kompas.com - 13/12/2019, 15:13 WIB
Suasana tempat tinggal korban HS, yang diduga meninggal dunia usai pesta miras. KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHSuasana tempat tinggal korban HS, yang diduga meninggal dunia usai pesta miras.

LAMONGAN, KOMPAS.com - HS (34), warga Desa Priyoso Guci, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan, Jawa Timur, meninggal dunia pada Selasa (10/12/2019) malam.

HS meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika, Desa Blawi, Kecamatan Glagah, Lamongan, usai pesta minuman keras (miras) oplosan.

Polisi yang mengidentifikasi kejadian ini lantas bergerak melakukan penyisiran dengan berhasil mengamankan Soeharto (54) dan Suwandi (56), warga Desa Margoanyar, Kecamatan Glagah, Lamongan, selaku pemasok dan penjual miras oplosan yang dikonsumsi oleh HS.

"Keduanya berhasil kita amankan dan kemudian kita tetapkan sebagai tersangka. Keduanya punya peran masing-masing, Soeharto sebagai penjual dan pemasok miras dan Suwandi sebagai pemasok miras," ujar Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung kepada awak media, dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Jumat (13/12/2019).

Baca juga: Seorang Pria di Lamongan Meninggal Diduga usai Pesta Miras

Sebelumnya, HS diketahui oleh warga sempat menggelar pesta miras bersama dengan tujuh rekannya. HS kemudian meregang nyawa, dua orang lain sempat menjalani perawatan medis, dengan empat orang masih dalam keadaan sadar.

"Tersangka mengoplos sendiri miras yang dijual, dan itu dikonsumsi oleh tujuh orang. Total sepuluh botol miras oplosan yang diminum oleh korban," jelasnya.

Untuk satu botol miras oplosan yang dijual, tersangka mengaku mencampur bahan dari arak, bir, dan minuman suplemen. Per botol miras oplosan, dihargai Rp 80.000.

"Soeharto ini kan sopir, dia membeli arak di Tuban yang harganya lebih murah, kemudian dicampur dengan bahan minuman lain dan dijual di Lamongan bersama Suwandi," ucap Feby.

Atas perbuatan yang dilakukan, Soeharto dan Suwandi dijerat oleh pihak kepolisian dengan Pasal 204 ayat 1 KUHP atau pasal 140 Jo Pasal 146 UU RI no 18 tahun 2012 tentang pangan.

"Ancaman pidananya 15 tahun penjara," tegasnya.

Baca juga: Terciduk Pesta Miras, Tujuh Remaja Disuruh Istighfar di Masjid

Selain kedua tersangka, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan satu botol miras oplosan, 48 botol arak kemasan 1,5 liter, 96 botol bir hitam, 224 botol bir, dan 60 botol minuman suplemen, sebagai barang bukti.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Regional
Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Regional
Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Regional
Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Regional
Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Regional
Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Regional
Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Regional
Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

Regional
Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Regional
Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X