Desa Wisata Cibeureum Diresmikan, Bisa Piknik Sambil Belajar Bikin Kopi

Kompas.com - 11/12/2019, 12:59 WIB
Salah satu Petani Kopi Kelompok Tani Kopi Ratu Asih menunjukan biji kopi merah di area perkebunan kopi, Selasa (10/12/2019). Desa Cibeureum Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan mampu menghasilkan lebih dari 40 ton biji kopi dari total luas area 35 – 40 hektar, atau 1 ton per 1 hektar. MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSalah satu Petani Kopi Kelompok Tani Kopi Ratu Asih menunjukan biji kopi merah di area perkebunan kopi, Selasa (10/12/2019). Desa Cibeureum Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan mampu menghasilkan lebih dari 40 ton biji kopi dari total luas area 35 – 40 hektar, atau 1 ton per 1 hektar.

Komala, Ketua Kelompok Tani Kopi Ratu Asih menyampaikan, Desa Cibereum sudah dikenal sebagai salah satu desa penghasil kopi di kaki Gunung Ciremai sejak puluhan tahun.

Pada 1985, upaya pengembangan mulai dilakukan secara bertahap.

“Sejak saya kecil sudah ada. Jadi Kopi di Cibeureum sudah ada sejak dahulu kala dari nenek moyang kita,” kata Komala kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi edukasi wisata kopi, Selasa.

Pendampingan Bank Indonesia Cirebon

Pada 2018, Kantor Perwakilan BI Cirebon mulai melakukan pendampingan kepada para petani. Pendampingan berupa berbagai pelatihan kepada para petani untuk meningkatkan hasil panen dengan biji kopi berkualitas.

BI Cirebon juga memberikan berbagai peralatan produksi hingga membantu proses pemasaran Kopi Cibeureum di beberapa pameran di berbagai daerah.

“Setelah mendapatkan pendampingan BI, sejumlah petani kopi di kelompok ini mulai berusaha meningkatkan hasil panennya. Mereka panen biji kopi merah, bukan asalan. Meski demikian, hal ini dilakukan secara bertahap,” kata Komala.

Komala yang sudah beberapa kali diajak BI Cirebon untuk pelatihan dan pameran di berbagai tempat menyebutkan, ada sekitar 35 – 40 hektar kebun kopi di Desa Cibeurum.

Satu hektar dapat memproduksi sekitar 1 ton biji kopi atau sekitar 40 ton biji kopi dari seluruh kebun kopi.

Fadhil Nugroho Kepala Kantor BI Cirebon menyampaikan, pembinaan yang dilakukan selama satu tahun ini dilakukan agar tercipta desa yang mandiri. Desa mandiri dapat memperkuat roda ekonomi warga setempat dan juga sekitar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Penghuni Kontrakan yang Tewas di Bandung Ternyata Hamil 7 Bulan

Wanita Penghuni Kontrakan yang Tewas di Bandung Ternyata Hamil 7 Bulan

Regional
Jenazah Balita Ditemukan Mengambang di Sungai, Diduga Bagus yang Hilang Selama Sepekan

Jenazah Balita Ditemukan Mengambang di Sungai, Diduga Bagus yang Hilang Selama Sepekan

Regional
Seorang Wanita Tewas di Bandung, Tetangga Dengar Suara Mencurigakan

Seorang Wanita Tewas di Bandung, Tetangga Dengar Suara Mencurigakan

Regional
Pendaftar Pengawas TPS Pilkada di Jateng Capai 79.239 Orang

Pendaftar Pengawas TPS Pilkada di Jateng Capai 79.239 Orang

Regional
Kelompok 'Banteng Lawas' Minta Pengganti Risma Tetap Jaga Toleransi dan Keberagaman di Surabaya

Kelompok "Banteng Lawas" Minta Pengganti Risma Tetap Jaga Toleransi dan Keberagaman di Surabaya

Regional
Bendahara Desa yang Korupsi BLT Covid-19 Terancam Hukuman Berat

Bendahara Desa yang Korupsi BLT Covid-19 Terancam Hukuman Berat

Regional
Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan di Tepi Kolam di Berau, Mulut Dibekap dan Tangan Terikat

Mayat Perempuan Setengah Bugil Ditemukan di Tepi Kolam di Berau, Mulut Dibekap dan Tangan Terikat

Regional
Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Saat Kampanye Pilkada 2020

Bawaslu Jateng Catat 16 Pelanggaran Saat Kampanye Pilkada 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 April 2020

UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 April 2020

Regional
Pecalang Ikut Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bali, Demonstran Bernyanyi dan Baca Puisi

Pecalang Ikut Jaga Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bali, Demonstran Bernyanyi dan Baca Puisi

Regional
30 Elemen Mahasiswa Jember Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

30 Elemen Mahasiswa Jember Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 22 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 Oktober 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X