Kompas.com - 11/12/2019, 12:59 WIB
Salah satu Petani Kopi Kelompok Tani Kopi Ratu Asih menunjukan biji kopi merah di area perkebunan kopi, Selasa (10/12/2019). Desa Cibeureum Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan mampu menghasilkan lebih dari 40 ton biji kopi dari total luas area 35 – 40 hektar, atau 1 ton per 1 hektar. MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSalah satu Petani Kopi Kelompok Tani Kopi Ratu Asih menunjukan biji kopi merah di area perkebunan kopi, Selasa (10/12/2019). Desa Cibeureum Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan mampu menghasilkan lebih dari 40 ton biji kopi dari total luas area 35 – 40 hektar, atau 1 ton per 1 hektar.

KUNINGAN, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon meresmikan Desa Cibeureum di Kecamatan Cilimus sebagai Desa Wisata Kopi, Selasa (10/12/2019).

Para pengunjung dapat menikmati berbagai obyek wisata alam di atas lahan sekitar 35-40 hektar, di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut.

Selamat datang di Desa Wisata Kopi Cibeureum Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan”. Gapura dengan kalimat sambutan itu menjadi pintu gerbang para wisatawan memasuki desa wisata.

Para wisatawan akan disambut dengan Situ Sanghiang Kendit sebuah kolam ikan indah. Di sampingnya terdapat sejumlah rumah warga yang tertata rapi dengan atap genteng warna-warni.

Baca juga: Suguhkan Body Rafting, Desa Kertayasa Jadi Juara Desa Wisata Nusantara 2019

Para warga bersama Bank Indonesia Cirebon menciptakan panorama Kampung Katumbiri ini layaknya pemukiman Rio De Janiero di Brasil atau Kampung Jodipan di Malang.

Dalam perjalanan menuju kebun kopi, wisatawan akan disambut dengan kawanan kera atau monyet ekor panjang yang hidup berdampingan dengan warga setempat. Keberadaannya dapat menghadirkan suasana berlibur di hutan yang alami dan asri.

Setelah berjalan sekitar 1 hingga 2 kilometer di area jogging track, para pengunjung tiba di lokasi inti, yakni Wisata Edukasi Kopi.

Di sini, para petani dari Kelompok Tani Kopi Ratu Asih akan menjelaskan proses pembuatan Kopi Cibeureum dari awal hingga akhir.

Mereka menjelaskan proses pembibitan, penanaman, perawatan, panen biji merah, penjemuran, penggilingan hingga proses pengolahan lainnya.

Mereka juga membuat kedai “Lakeside Cafe” untuk menyajikan kopi khas daerah setempat yang memiliki keunikan dan cita rasa tersendiri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X