[POPULER NUSANTARA] Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD | Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri

Kompas.com - 11/12/2019, 06:43 WIB
Pelaku Pemenggal Kepala Siswa Sekolah Dasar Digiring Ke Makopolda Kalimantan Tengah KOMPAS.com/KURNIA TARIGANPelaku Pemenggal Kepala Siswa Sekolah Dasar Digiring Ke Makopolda Kalimantan Tengah

KOMPAS.com - Berita penggal kepala dan sodomi siswa sekolah dasar, pria ini ditangkap masih menjadi perhatian pembaca di Kompas.com.

Warga di Desa Mahup, Katingan, Kalimantan Tengah, dihebohkan dengan ditemukannya mayat tanpa kepala di bekas galian tambang ilegal, Selasa (3/12/2019), oleh warga kejadian tersebut dilaporkan ke polisi.

Diketahui, mayat tersebut berinisial H (12), siswa sekolah dasar yang merupakan warga setempat.

Setelah melalui proses pengembangan dan penyidikan yang cukup panjang, polisi akhirnya mengamankan Ahmad sebagai terduga pelaku pembunuhan sadis tersebut.

Sementara itu, berita curi motor, tak sadar jual ke pemiliknya sendiri, juga tak kalah menjadi perhatian pembaca.

Pasalnya, setelah berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Scoppy dengan nomor polisi W 2328 BI hasil curiannya, Muhfid (42) langsung menjual motor tersebut secara online melalui info jual-beli motor yang ada di Facebook.

Ternyata, postingan Muhfid diketahui oleh pemilik motor bernama DL (35) warga Dusun Tanggungan, Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, yang kemudian mengajaknya chatting pribadi dengan berpura-pura hendak membeli motor.

Setelah sepakat dengan harga, keduanya pun bertemu, hingga akhrinya Muhfid berhasil ditangkap.

Berikut ini lima berita populer nusantara selengkapnya:

1. Pria di Kantingan ditangkap setelah penggal kepala dan sodomi siswa SD

Pelaku pemenggal kepala siswa sekolah dasar saat berada di Makopolda Kalimantan TengahKOMPAS.com/KURNIA TARIGAN Pelaku pemenggal kepala siswa sekolah dasar saat berada di Makopolda Kalimantan Tengah

Warga Desa Mahup, Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), dihebohkan dengan ditemukannya mayat tanpa kepala di bekas galian tambang ilegal, Selasa.

Diketahui, jasad yang ditemukan tanpa kepala tersebut adalah H (12), siswa sekolah dasar yang merupakan warga setempat.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, berdasarkan laporan tersebut, pihaknya mulai melakukan pengembangan kasus.

Setelah melalui proses pengembangan dan penyidikan yang cukup panjang, polisi akhirnya mengamankan Ahmad (37) sebagai terduga pelaku pembunuhan sadis tersebut.

“Melalui hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku, dirinya mengakui telah membunuh dengan cara memenggal kepala H," kata Hendra saat memberikan rilis di Mapolda Kalimantan Tengah, Selasa.

Baca juga: Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD, Pria Ini Ditangkap

 

2. Curi motor, tak sadar jual ke pemiliknya sendiri

Pelaku (duduk) diamankan pihak kepolisian bersama beberapa motor hasil curian.Dok. Polsek Wringinanom Pelaku (duduk) diamankan pihak kepolisian bersama beberapa motor hasil curian.

Seorang pencuri sepeda motor bernama Muhfid, tertangkap setelah menjual sepeda motor hasil curiannya melalui media sosial Facebook ke korbannya sendiri yang diketahui bernama DL (35) warga Dusun Tanggungan, Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik.

"Jadi, motor tersebut oleh pelaku dijual secara online melalui info jual-beli motor yang ada di Facebook. Dan ternyata postingan itu diketahui oleh korban, yang kemudian mengajak chatting pribadi dengan berpura-pura hendak membeli motor tersebut," ujar Kanit Reskrim Polsek Wringinanom Aipda Dwi Rahmanto saat dihubungi, Senin (9/12/2019).

Lantaran tidak merasa curiga, lanjut Dwi, pelaku antusias melanjutkan pembahasan terkait negosiasi harga dan menyepakati untuk bertemu langsung korban.

Setelah mendapati kepastian waktu bertemu, di satu sisi korban menghubungi pihak kepolisian untuk meminta bantuan.

"Begitu yakin jika motor tersebut adalah miliknya yang hilang dicuri sebelumnya, kami pun bertindak dan mengamankan pelaku. Setelah kami interogasi, dia mengakui motor tersebut hasil curian," katanya.

Baca juga: Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

 

3. Mahasiswi ditemukan tewas terkubur di belakang kos

Mahasiswi bengkulu ditemukan terkuburANTARABENGKULUNEWS.COM Mahasiswi bengkulu ditemukan terkubur

Setelah sempat menghilang selama tiga hari, Wina Mardiani (20), mahasiswi semester V Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu ditemukan tewas terkubur di belakang kamar indekosnya yang berada di Jalan Beringing, Kecamatan Muarabangkahulu, Kota Bengkulu, Minggu (8/12/2019).

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga yang curiga dengan bau busuk dari arah belakang kamar indekos korban.

Pencarian korban mulai menemukan titik terang saat ditemukan sandal korban di belakang kos yang ditempati korban.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengenaskan dan sudah mengeluarkan bau busuk. Mayat korban ditemukan dengan kepala terbungkus karung dan kaki terikat.

"Melihat kondisi saat ditemukan, kami perkirakan bahwa korban ini sudah dikubur kurang lebih tiga hari lamanya," ungkap Kapolsek Muara Bangkahulu Kompol Jauhari.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pengembangan dan mengumpulkan bukti-bukti untuk menemukan pelaku pembunuhan korban.

"Akan terus kami dalami dan kumpulkan bukti-bukti dulu," katanya.

Baca juga: 5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

 

4. Atlet peraih medali emas SEA Games pulang kampung naik angkutan umum

Muahammad Taufik (32) atlet asal Kabupaten Tasikmalaya yang meraih medali emas di Sea Games Filiphina bersama Koni dan pejabat daerah setempat di rumahnya, Selasa (10/12/2019).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Muahammad Taufik (32) atlet asal Kabupaten Tasikmalaya yang meraih medali emas di Sea Games Filiphina bersama Koni dan pejabat daerah setempat di rumahnya, Selasa (10/12/2019).

Muhammad Taufik (32), atlet cabang olahraga Modern Pentathlon Men's Beach Laser Individual peraih medali emas di SEA Games Filipina 2019, pulang kampung menaiki elf atau angkutan umum dari Bandung ke Tasikmalaya pada Senin (9/12/2019) malam.

Taufik mengaku terpaksa naik angkutan umum karena ingin segera pulang, bukan ditelantarkan.

Sehabis bersama rombongan Kemenpora di Bandung, kata Taufik, ia merasa tak enak badan sehingga memaksakan diri untuk pulang ke kampung halamannya di Cimanggu, Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya.

"Saya tak terlantar dan ditelantarkan, saya pulang duluan karena sedang sakit dan naik elf ke Tasik. Seharusnya kepulangan saya jadwalnya tanggal 11 besok. Saya sengaja berinisiatif pulang duluan dan sengaja tak mau dijemput," kata Taufik saat diwawancara bersama ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (10/12/2019).

Baca juga: Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Pulang Kampung Naik Angkutan Umum

 

5. Rekonstruksi Zaenal tewas dianiaya polisi

Suasana rekonstruksi adegan penganiayaan ZaenalKOMPAS.COM/IDHAM KHALID Suasana rekonstruksi adegan penganiayaan Zaenal

Polisi menggelar rekonstruksi kasus tewasnya Zaenal Abidin (29) warga Dusun Tanjung Selatan, Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, yang dianiaya polisi.

Safrudin, paman Zaenal, mengaku sedih melihat rekonstruksi kasus penganiayaan Zaenal.

Safrudin tak bisa membayangkan bagaimana penganiayaan menimpa Zaenal oleh aparat penegak hukum.

"Iya saya lihat langsung tadi kejadiannya. Saya sangat sedih sekali, dan perihatin melihat tindakan-tindakan oknum polisi," ungkap Safrudin dengan mata berkaca-kaca di lokasi, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

 

Sumber: KOMPAS.com (Idham Khalid, Irwan Nugraha, Kurnia Tarigan, Hamzah Harfah | Editor: Candra Setia Budi, Robertus Belarminus, Khairina, David Oliver Purba, Farid Assifa)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Kepala Bappeda Jatim Meninggal, 21 Anak Buahnya Positif Covid-19

Sebelum Kepala Bappeda Jatim Meninggal, 21 Anak Buahnya Positif Covid-19

Regional
Kawanan Belalang Tak Terhitung Jumlahnya 'Serbu' Landasan Pacu Bandara

Kawanan Belalang Tak Terhitung Jumlahnya "Serbu" Landasan Pacu Bandara

Regional
663 Pedagang dan Pembeli di Pasar Keputran Surabaya Rapid Test Massal, 37 Orang Reaktif

663 Pedagang dan Pembeli di Pasar Keputran Surabaya Rapid Test Massal, 37 Orang Reaktif

Regional
Gubernur Kalbar Akan Berhentikan 2 Kepala SMK di Pontianak yang Pungut Biaya Seragam

Gubernur Kalbar Akan Berhentikan 2 Kepala SMK di Pontianak yang Pungut Biaya Seragam

Regional
Satpol PP Banyumas Mandikan Manusia Silver yang Kepergok Minta Sumbangan di Pinggir Jalan

Satpol PP Banyumas Mandikan Manusia Silver yang Kepergok Minta Sumbangan di Pinggir Jalan

Regional
Tak Kenakan Masker, Pria Ini Dihukum Sapu Alun-alun pada Hari Ultahnya

Tak Kenakan Masker, Pria Ini Dihukum Sapu Alun-alun pada Hari Ultahnya

Regional
Pasien Ini Baru Sembuh Setelah Dirawat 75 Hari dan 19 Kali Tes Swab

Pasien Ini Baru Sembuh Setelah Dirawat 75 Hari dan 19 Kali Tes Swab

Regional
Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Pria Ini Bertaubat Usai Jalani Hipnoterapi Bersama Kapolres

Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Pria Ini Bertaubat Usai Jalani Hipnoterapi Bersama Kapolres

Regional
150 Ibu Hamil di Surabaya Tes Swab, Saat Melahirkan Akan Dites Ulang

150 Ibu Hamil di Surabaya Tes Swab, Saat Melahirkan Akan Dites Ulang

Regional
Diduga Perkosa Bocah 9 Tahun di Hutan, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam

Diduga Perkosa Bocah 9 Tahun di Hutan, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Temani Istri Operasi hingga Rapat Paripurna Bersama DPRD

Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Temani Istri Operasi hingga Rapat Paripurna Bersama DPRD

Regional
6 Kali Banjir dalam 2 Bulan di Luwu, Wagub Sulsel Minta Sungai Dinormalisasi

6 Kali Banjir dalam 2 Bulan di Luwu, Wagub Sulsel Minta Sungai Dinormalisasi

Regional
Pipa Gas Meledak di Palembang, Menyemburkan Api Setinggi 2 Meter

Pipa Gas Meledak di Palembang, Menyemburkan Api Setinggi 2 Meter

Regional
Warga Perbatasan RI-Malaysia Sulit Dapat BBM, Orang Sakit Terpaksa Ditandu 20 Km

Warga Perbatasan RI-Malaysia Sulit Dapat BBM, Orang Sakit Terpaksa Ditandu 20 Km

Regional
Perempuan Tanpa Busana Muncul di Belakangnya Saat Webinar, Ini Klarifikasi Dosen Uncen

Perempuan Tanpa Busana Muncul di Belakangnya Saat Webinar, Ini Klarifikasi Dosen Uncen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X