4 Fakta Wanita Tewas di Sebuah Indekos di Medan, Cemburu hingga Dibunuh Kekasih

Kompas.com - 10/12/2019, 20:46 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Melihat kondisi itu, korban diduga dibunuh oleh salah seorang teman dekat atau kekasihnya.

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan Wanita di Kamar Kos

2. Pelaku ditangkap

Dugaan polisi semakin menguat saat melihat kekasih korban justru menghilang setelah Biyan tewas.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, polisi akhirnya menangkap Samsir, pelaku di Kecamatan Gunung Tua, Padang Lawas Utara.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, Samsir, warga Kelurahan Sei Putih Timur, Kecamatan Medan Petisah ditangkap dengan barang bukti cutter yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa Rubiah.

"Jadi si tersangka ini punya hubungan khusus. Tersangka merasa cemburu. Pada Rabu jam 07.00 WIB, pelaku melihat korban baru pulang sehingga tersangka beranggapan korban selingkuh dengan orang lain," ujar Dadan di Mapolsek Medan Baru, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Wanita Tewas di Kamar Hotel Omega Ternyata Dibunuh Teman Kencan

3. Cemburu

Ilustrasi PembunuhanJITET Ilustrasi Pembunuhan

Sebelum membunuh korban, pelaku mengaku sempat terjadi pertengkaran.

Pelaku mengaku cemburu karena menganggap korban telah mengkhianati hubungannya atau berselingkuh.

Pertengkaran memuncak saat pelaku berupaya mengambil ponsel korban.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Polisi Bubarkan Acara yang Dihadiri Gatot Nurmantyo di Surabaya

Alasan Polisi Bubarkan Acara yang Dihadiri Gatot Nurmantyo di Surabaya

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 September 2020

Regional
3 Sirene Tsunami di Banten Rusak dan Hanya Ada 1 Shelter

3 Sirene Tsunami di Banten Rusak dan Hanya Ada 1 Shelter

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 September 2020

Regional
Polisi Bubarkan Acara KAMI di Surabaya Saat Gatot Nurmantyo Beri Sambutan

Polisi Bubarkan Acara KAMI di Surabaya Saat Gatot Nurmantyo Beri Sambutan

Regional
Berawal Lesu dan Tak Nafsu Makan, Seorang ASN Meninggal Terpapar Corona

Berawal Lesu dan Tak Nafsu Makan, Seorang ASN Meninggal Terpapar Corona

Regional
Pria yang Bunuh dan Perkosa Bocah 10 Tahun di Kebun Ditangkap Polisi

Pria yang Bunuh dan Perkosa Bocah 10 Tahun di Kebun Ditangkap Polisi

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Kabupaten Lebak Menetapkan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Kabupaten Lebak Menetapkan PSBB

Regional
Mahasiswi UIN Makassar Diteror Panggilan Video Cabul

Mahasiswi UIN Makassar Diteror Panggilan Video Cabul

Regional
Dokter Patologi Klinis di Malang Meninggal akibat Covid-19

Dokter Patologi Klinis di Malang Meninggal akibat Covid-19

Regional
2 Pejabat Aceh Tengah Positif Corona, 2 Kantor Ditutup Sementara

2 Pejabat Aceh Tengah Positif Corona, 2 Kantor Ditutup Sementara

Regional
Undang Kiai Sepuh Diskusi Covid-19 Ternyata Berujung Politis, PCNU: Itu Tak Menghargai

Undang Kiai Sepuh Diskusi Covid-19 Ternyata Berujung Politis, PCNU: Itu Tak Menghargai

Regional
Bocah Kelas V SD Tenggelam di Wisata Pemandian Bali

Bocah Kelas V SD Tenggelam di Wisata Pemandian Bali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X