Kompas.com - 07/12/2019, 18:45 WIB
Seorang anak tengah berkutat dengan sekumpulan kerang hijau di Sungai Buntu, Karawang. facebook/Faridz PutracinemaSeorang anak tengah berkutat dengan sekumpulan kerang hijau di Sungai Buntu, Karawang.

KARAWANG, KOMPAS.com - Belakangan ini masyarakat Karawang, Jawa Barat, digegerkan dengan munculnya koloni kerang hujau di perairan Muara Sungai Buntu, Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Munculnya kerang hijau bahkan viral di media sosial Facebook. Salah satunya yang diunggah akun Faridz Putracinema di grup Facebook Karawang Info.

Dalam unggahannya, tampak seorang anak tengah berkutat di antara jutaan kerang hijau.

Kerang-kerang itu di antaranya menempel di batu-batu pemecah ombak.

Postingan Faridz Putracinema mendapat 4.428 suka, 359 komentar dan 211 dibagikan. Unggahan tersebut juga mendapat beragam respons dari warganet.

Baca juga: Dua Remaja Terseret Ombak Saat Mencari Kerang di Pangandaran

Pada Sabtu (7/12/2019) siang, Kompas.com mendatangi Muara Sungai Buntu, Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.

Sayangnya, air laut tengah pasang sehingga hanya sedikit kerang yang menempel di batu-batu pemecah ombak yang terlihat.

Beberapa warga tampak sibuk memunguti kerang di dengan tangan di bawah perairan. Sehingga hanya bagian kepala yang terlihat di permukaan. Mereka mengikatkan kerang ke wadahnya.

Tatang Supriatna (17), warga Desa Kendaljaya, membenarkan munculnya jutaan kerang hijau di tempat itu. Menurutnya, meski bulan ini masuk musim kerang hijau, namun jumlahnya tak pernah sebanyak itu.

"Kemarin terlihat banyak karena lagi surut," ujarnya di sela mencari kerang hijau.

Tatang bersama rekannya mengaku acapkali mencari kerang hijau untuk dimasak. Jika dijual, kata dia, harganya sekitar Rp 10.000 per kilogram.

Dampak tumpahan minyak?

Koalisi Masyarakat Sipil Karawang (KMSK) turut menyoroti viralnya kemunculan kerang hijau tersebut. KMSK melaporkan kemunculan kerang tersebut ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Pertamina Hulu Energi. Mereka khawatir kemunculan itu merupakan dampak dari tumpahan minyak.

“Kerang hijau di Muara Sungai Buntu bukan pertama yang kami ketahui, sebelumnya juga ada di Pantai Sarakan," kata koordinator KMSK, Yuda Febrian Silitonga.

Selain di Sungai Buntu dan Sarakan, kata Yuda, pihaknya mendapat informasi banyak kerang hijau tumbuh di lambung kapal di Pakisjaya.

Yuda menyebutkan, Kerang hijau merupakan moluska yang makan dengan cara menyaring makanan yang terlarut dalam perairan. Sehingga, kerang hijau kerap digunakan untuk menstabilkan kualitas air.

Menurut Yuda, semakin banyak pencemaran seperti tumpahan minyak, maka kerang hijau akan kian invasif.

Meski kerang hijau memang memiliki habitat di Perairan Karawang, KMSK meminta KKP, KLHK dan PHE menyikapi serius persoalan tersebut. Yuda berharap laporannya tidak dipandang sebelah mata.

"Perhatian serius itu seperti melakukan uji sampel terhadap kerang hijau tersebut apakah aman dikonsumsi atau tidak," katanya.

Baca juga: Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Sebab, kerang hijau diketahui dapat mengakumulasi hidrokarbon aromatik, yang merupakan salah satu senyawa yang ada pada minyak mentah.

“Kemungkinan dari bahaya mengonsumsi kerang hijau dari perairan yang tercemar tumpahan minyak adalah kanker," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X