Guru Agama di Jombang Dilaporkan karena Cabuli Muridnya

Kompas.com - 05/12/2019, 21:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

JOMBANG, KOMPAS.com - Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum guru agama di Jombang, Jawa Timur, mencuat di media sosial (medsos) beberapa hari terakhir.

Kasus dugaan pencabulan itu melibatkan SAT (39), oknum guru agama yang tinggal di wilayah Kabupaten Jombang. Sedangkan korbannya, merupakan murid dari guru tersebut.

Kapolres Jombang, AKBP Bobby P Tambunan mengungkapkan, penanganan kasus itu berawal dari laporan korban pencabulan yang diterima polisi pada Oktober lalu.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi menggelar serangkaian penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Saat ini, penanganan kasus itu sudah pada tahap penyidikan.

Baca juga: Potong Tunjangan Profesi Guru Agama, PNS Kemenag Madiun Ditahan

"Dalam tahap proses penyidikan, saksi-saksi sudah kami mintai keterangan. Ada 7 orang saksi yang sudah kami minta keterangan," kata Bobby, saat ditemui Kompas.com, di Mapolres Jombang, Kamis (5/12/2019).

Korban pencabulan, lanjut Bobby, diketahui berasal dari luar Jombang. Korban tinggal di wilayah Kabupaten Jombang untuk menimba ilmu.

"Menurut yang melaporkan, terlapor ini seorang pendidik, pengajar, sedangkan korban ini anak didiknya," ungkap Bobby.

Penyidik, lanjut dia, masih fokus pada pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti.

Hal itu diperlukan penyidik untuk menentukan kejelasan kasus dan jeratan pasal yang akan dikenakan.

Bobby mengatakan, terduga pelaku pencabulan tersebut hingga Kamis ini belum diperiksa untuk dimintai keterangan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

19 Tenaga Medisnya Positif Corona, RSUD IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara

19 Tenaga Medisnya Positif Corona, RSUD IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara

Regional
Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Regional
3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

Regional
Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Regional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Regional
Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Regional
Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Regional
Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Regional
Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Regional
19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

Regional
Anggota DPRD Makassar Ancam Kerahkan Massa Sebelum Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Anggota DPRD Makassar Ancam Kerahkan Massa Sebelum Ambil Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Cerita Yusuf Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh, Bayar Utang Perjalanan Sampai Mati

Cerita Yusuf Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh, Bayar Utang Perjalanan Sampai Mati

Regional
Seorang Ayah Ditangkap karena Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Seorang Ayah Ditangkap karena Hamili Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Disdik: Tasikmalaya Masih Zona Biru Jadi Belum Ada Belajar Tatap Muka, Masuk untuk Daftar Ulang Saja....

Regional
18 Staf Puskesmas Banyu Urip Surabaya Terjangkit Corona, 2 di Antaranya Bidan Hamil

18 Staf Puskesmas Banyu Urip Surabaya Terjangkit Corona, 2 di Antaranya Bidan Hamil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X