Ini Kata Pimpinan KPK soal Keringanan Hukuman untuk Idrus Marham

Kompas.com - 04/12/2019, 15:10 WIB
Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan saat menghadiri sosialisasi penerimaan pajak online di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (04/12/2019) KOMPAS.COM/ANDI HARTIKKomisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan saat menghadiri sosialisasi penerimaan pajak online di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (04/12/2019)

MALANG, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Basaria Panjaitan mengaku kecewa dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang meringankan vonis terahdap Idrus Marham pada tingkat kasasi.

Meski begitu, pihaknya tetap menghormati putusan itu.

“Kalau kita ditanya, kita kecewa. Tapi kita harus menghormati apapun putusan yang dikeluarkan oleh para hakim,” kata Basaria saat menghadiri Sosialisasi Pajak Online di Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (4/12/2019).

Baca juga: KPK Minta Pemda Tingkatkan Penerimaan Pajak Melalui Sistem Online

Dalam putusan kasasi itu, MA memotong masa hukuman Idrus menjadi 2 tahun penjara.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu divonis 5 tahun penjara di tingkat banding.

“Pada prinsipnya kita tidak mau intervensi. Walaupun kita mau jujur kita kecewa, tapi kita harus menghormati putusan yang mereka keluarkan,” kata Basaria.

Idrus Marham terjerat kasus suap terkait proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

MA menjatuhkan pidana kepada Idrus dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Pada pengadilan tingkat pertama, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara.

Idrus yang pernah menjadi Menteri Sosial itu juga diwajibkan membayar denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan.

Kemudian, pada tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Idrus Marham menjadi 5 tahun penjara.

Dia juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Regional
Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X