KONI Jatim Sebut Atlet Senam Dipulangkan karena Indisipliner, Minta Sistem Pelatnas Diperbaiki

Kompas.com - 03/12/2019, 17:24 WIB
Ibu SAS menunjukkan beberapa bukti penghargaan yang pernah diraih SAS. KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIMIbu SAS menunjukkan beberapa bukti penghargaan yang pernah diraih SAS.

SURABAYA, KOMPAS.com — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur Erlangga Satriagung mengusulkan agar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyempurnakan sistem pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Usulan tersebut menyusul kabar atlet senam berinisial SAS (17) dipulangkan karena bertindak indisipliner dengan sering pulang larut malam.

"Kok bisa atlet pulang malam, atlet ini kan dikelola pelatnas, bagaimana manajemennya?" ujar Erlangga, saat dikonfirmasi, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Khofifah: Penuding Atlet Senam SEA Games Tak Perawan Segera Minta Maaf


Seharusnya, menurut Erlangga, pelatnas menerapkan sistem dan aturan yang ketat terhadap para atlet yang sedang dilatih.

"Di puslatda, maksimal pukul setengah sepuluh malam, atlet sudah masuk kamar, tidak ada atlet yang pulang sampai larut malam," ucap dia.

Erlangga sudah berkoordinasi dengan Komisi E DPRD Jawa Timur untuk bertemu dengan Menpora guna membahas tentang penyempurnaan sistem pelatnas.

"Kami bersama Komisi E DPRD Jatim akan bertemu Menpora untuk membahas khusus masalah ini," ujar dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, SAS (17), atlet senam asal Kediri yang tengah bersekolah di SMA Negeri 1 Kebomas, gagal berangkat menuju SEA Games di Filipina lantaran dituding sudah tidak perawan.

Pihak cabor meminta keluarga menjemput SAS di tengah proses pelatnas di Gresik.

SAS dan keluarga sempat meminta pelatih untuk meminta maaf atas tuduhan tersebut.

Namun, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan klarifikasi.

Baca juga: Dituding Tidak Perawan, Atlet Senam Tuntut Permintaan Maaf dan Rehabilitasi Nama

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menuturkan, persoalan pemulangan atlet tersebut bukan terkait masalah keperawanan, melainkan tindakan indisipliner.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X