Fakta Pertempuran 2 Hari di Distrik Balingga, TNI Kuasai Markas Purom Wenda hingga Anggota KKB Tewas

Kompas.com - 03/12/2019, 06:52 WIB
Ilustrasi TNI di Papua KOMPAS/Aris PrasetyoIlustrasi TNI di Papua

KOMPAS.com - Kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Balingga, Papua, pasukan TNI-Polri berhasil tembak mati dua anggota KKB dan sita sejumlah senjata api.

Menurut Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Candra Dianto, anggota KKB yang terlibat kontak senjata tersebut merupakan anak buah dari Purom Okinam Wenda atau Kodap II Lanny Jaya.

Candra menambahkan, kontal senjata itu terjadi pada hari Minggu (1/12/2019) malam atau saat peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka ( OPM).

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Kontak senjata selama dua hari

Tentara mengangkut jenazah petugas konstruksi yang dibunuh OPM, Desember lalu. dok BBC Indonesia Tentara mengangkut jenazah petugas konstruksi yang dibunuh OPM, Desember lalu.

Kontak senjata antara pasukan gabungan TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Distrik Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, terjadi selama dua hari.

Kejadian tersebut berawal pada Minggu (1/12/2019) malam atau saat perayaan HUT OPM, dan Senin (2/12/2019) pagi.

Candra memperkirakan, wilayah kekuasaan pimpinan Purom Okinam Wenda tersebut sebelumnya sulit untuk ditembus.

"Balingga itu dari dulu markasnya Purom yang tidak tersentuh sama sekali," ujar Candra, saat dihubungi, Senin malam.

Baca juga: 2 Hari Kontak Senjata dengan TNI-Polri di Lanny Jaya Papua, 2 Anggota KKB Tewas

2. Sita pucuk senjata jenis revolver

Pasukan TNI Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti melakukan defile pada peringatan HUT Ke-72 TNI di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT Ke-72 TNI dipusatkan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, namun perayaan juga digelar oleh satuan-satuan TNI yang ada di daerah melalui sejumlah kegiatan.ANTARA FOTO/YUSRAN UCCANG Pasukan TNI Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti melakukan defile pada peringatan HUT Ke-72 TNI di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/10/2017). Peringatan HUT Ke-72 TNI dipusatkan di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, namun perayaan juga digelar oleh satuan-satuan TNI yang ada di daerah melalui sejumlah kegiatan.

Dalam kontak senjata itu, petugas berhasil menewaskan dua anggota KKB dan menyita satu pucuk senjata jenis revolver.

Namun, menurut Candra, kedua korban tidak tewas secara bersamaan.
Pada kontak senjata pertama atau Minggu malam, seorang anggota KKB berhasil dilumpuhkan.

Kemudian pada Senin pagi, petugas menembak seorang anggota KKB lainnya. Sementara dari pihak petugas keamanan dipastikan tidak ada korban.

"Yang tewas ini dari kontak senjata tadi malam tewas satu dan tadi pagi satu lagi. Dia bersenjata tapi senjatanya dibawa lari kawannya," kata Candra.

Baca juga: Markas KKB Purom Wenda di Papua yang Tak Tersentuh Akhirnya Bisa Dikuasai

3. Diduga Purom Wenda kabur ke Teomala

Personel TNI - Polri ketika mengikuti apel siaga jelang HUT OPM di Lapangan Timika Indah, Sabtu (30/11/2029) sore.KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRA Personel TNI - Polri ketika mengikuti apel siaga jelang HUT OPM di Lapangan Timika Indah, Sabtu (30/11/2029) sore.

Candra menduga, setelah Balingga dikuasai pasukan TNI -Polri, pimpinan KKB Purom Wenda lari ke Teomala.

Lalu, selain Balingga, tim gabungan juga berhasil merebut satu titik strategis yang sebelumnya dikuasai Purom Wenda. Daerah tersebut adalah Kampung Popome, Distrik Mokoni.

"Titik kuatnya dia (Purom Wenda) itu di Popome karena dari situ bisa pantau ke seluruh wilayah Lanny Jaya," ucap Candra.

Baca juga: Dikaitkan dengan Mantan Bupati Kediri, Alasan Nella Kharisma Lapor Polisi

4. Sejumlah wilayah diduga jadi perlintasan anggota KKB di Papua

Aparat TNI - Polri mengamankan lokasi teror penembakan yang terjadi di Mile 60, Area Freeport,  Sabtu (30/11/2019)PENDAM XVII/ CENDERAWASIH Aparat TNI - Polri mengamankan lokasi teror penembakan yang terjadi di Mile 60, Area Freeport, Sabtu (30/11/2019)

Sekretaris Daerah Lanny Jaya Christian Sohilait mengakui, ada beberapa distrik di Lanny Jaya yang merupakan wilayah perlintasan atau bahkan menjadi markas KKB.

Karenanya sangat mungkin bila beberapa kepala kampung diinterfensi oleh KKB yang sedang melintas.

Setidaknya Sohilait menyebut ada lima distrik di Lanny Jaya yang menjadi wilayah perlintasan KKB. Kelima distrik yang dimaksud adalah, Distrik Wano Barat, Kuyawage, Balingga Barat, Balingga, dan Ayumnati.

Baca juga: Kisah Sedih Dimas, Bocah 12 Tahun dengan Bobot 10 Kg: Lahir Prematur 5 Bulan, Ibu Meninggal karena Kanker Serviks

(Penulis: Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor: David Oliver Purba)

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X