Pelajar di Yogyakarta Dibacok, Pelakunya 2 Anak di Bawah Umur

Kompas.com - 02/12/2019, 05:36 WIB
Ilustrasi 
DIDIE SW/dok. Kompas.comIlustrasi

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Seorang pelajar SMA, Mohammad (18), mengalami luka di bagian tangan kiri setelah menjadi korban pembacokan di Jalan Ireda Yogyakarta, Minggu (1/12/2019). Tak sampai 24 jam, polisi berhasil mengamankan dua orang anak dibawah umur yang diduga sebagai pelaku.

Kapolsek Gondomanan Kompol Purwanto mengatakan, peristiwa pembacokan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.

Awalnya korban Mohammad keluar dengan mengendarai sepeda motor untuk mencari makan.

"Saat melintas di jalan Brigjen Katamso, korban ini berpapasan dengan pelaku," ujar Kapolsek Gondomanan, Kompol Purwanto, Minggu (1/12/2019).

Baca juga: Kasus Pembacokan di Denpasar, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Saat berpapasan, tanpa alasan yang jelas tiba-tiba pelaku menendang korban. Namun korban dapat menghindar sehingga tidak terkena tendangan pelaku.

Tak cukup di situ, pelaku lantas mengejar dan kembali menendang korban. Merasa terancam, korban mempercepat laju kendaraanya dan melintasi Jalan Ireda, Kota Yogyakarta.

"Pelaku tetap mengejar, lalu melukai korban dengan pedang. Korban terkena di bagian pergelangan lengan kiri, luka terbuka kurang lebih 10 cm," urainya.

Korban yang terluka lantas berusaha untuk menyelamatkan diri dengan memacu kendaraannya. Sesampainya di depan Polsek Umbulharjo, korban berhenti dan jatuh. Sementara, pelaku melarikan diri ke arah Timur.

Anggota Polsek Umbulharjo lantas menolong dan membawa korban ke RS Dr Sardjito Yogyakarta.

"Ada laporan pembacokan, Kami di-back up Reskrim Polresta Yogyakarta langsung ke TKP. Kita juga mendatangi korban di rumah sakit," bebernya.

Baca juga: Viral Video Pembacokan di Bali, 6 Orang Jadi Korban

Saat dimintai keterangan, korban menjelaskan pelaku berjumlah dua orang. Korban juga menyampaikan ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan.

Mengetahui ciri-ciri pelaku, polisi lantas melakukan pengembangan. Sekitar pukul 04.00 WIB ada dua orang remaja yang diamankan di wilayah Kotagede. Dua remaja ini diduga merupakan teman dari pelaku yang membacok Mohammad.

"Saat dimintai keterangan, dia mengatakan pelakunya si A. Dari keterangan itu, kita kembangkan, mencari posisi pelaku," tegasnya.

Sekitar pukul 06.30 WIB, polisi berhasil mengamankan remaja yang diduga pelaku pembacokan yakni RK (15) dan RD (14). Terduga pelaku ini diamankan di daerah Banguntapan, Kabupaten Bantul.

"Kita amankan juga barang bukti yang sesuai ciri-cirinya dengan yang disampaikan korban," ujarnya.

Sedangkan untuk senjata tajam yang digunakan untuk membacok korban, ditemukan disimpan di rumah RK.

Menurutnya. RK dan RD masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keduanya mempunyai peran masing-masing.

"RK yang melakukan (pembacokan). RD yang menjadi joki, yang didepan," urainya.

Purwanto mengungkapkan, antara korban dengan pelaku tidak saling mengenal. Sebelumnya juga tidak ada permasalahan.

"Untuk motifnya apa masih kita dalami. Tetapi yang diduga mengakui (perbuatanya)," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Regional
Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X