Satu Kurir Sekaligus Pengedar Narkoba Jenis Sabu di Tulungagung Ditangkap Polisi

Kompas.com - 30/11/2019, 06:58 WIB
Kompas TV Komedian Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya divonis 18 bulan penjara terkait kasus penyalah-gunaan narkotika jenis sabu. Terdakwa kasus narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya July Jan Sambiran Rabu (27/11/2019) kemarin menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam sidang hakim ketua Agus Widodo memvonis Nunung dan suaminya 1,5 tahun atau 18 bulan penjara. Majelis hakim juga meminta kedua terdakwa untuk menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta. Sementara itu setelah menjalani sidang vonis Nunung dan suaminya menyatakan masih pikir-pikir untuk mengajukan banding atau tidak. #Nunung #PengunaanSabu #Rehabilitasi

Dalam proses penggledahan di rumah tersangka, polisi menemukan barang bukti narkoba jenis sabu yang terbungkus plastik yang dimasukkan dalam tas selempang.

Setelah ditimbang, sabu tersebut berberat total 32,45 gram dan terbagi dalam 3 bungkus plastik berbagai ukuran.

Selain itu juga ditemukan barang bukti berupa plastik bekas pembungkus sabu, timbangan digital, alat hisap sabu, serta sejumlah uang diduga hasil transaksi sabu.

Kemudian, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Tulungagung guna penyidikan lebih lanjut.

Baca juga: Miliki 13 KTP, Pria Ini Kirim 9 Kg Sabu Berlapis Oatmeal Setiap Bulan

Dari pengakuan tersangka, selama tiga bulan terakhir menjalani sebagai kurir sabu tersebut. pelaku mengaku bukan sebagai pengedar.

Namun, polisi terus melakukan pengembangan atas kasus ini, guna mengetahui pelaku memang sebagai kurir, atau sekaligus sebagai pengedar.

“Awalnya pelaku mengaku sebagai kurir. Dan kami terus kembangkan kasus ini,” ujar AKBP Eva Guna Pandia.

Pelaku juga mengaku, barang terlarang tersebut didapat dari seseorang dengan sistem putus.

Baca juga: Pengedar Sabu yang Ditangkap Polres Tangsel Diduga Bagian Bandar Besar

Pelaku diminta oleh sesorang untuk mengambil barang tersebut di suatu tempat yang telah ditentukan. Kemudian, pelaku diminta juga untuk mengirim sabu tersebut ke tempat lain.

Setiap satu kali pengiriman, tersangka inisial ST mendapat upah sebesar Rp 1.500.000.

Selama tiga bulan terakhir, ST mengaku sudah sebanyak 11 kali melakukan pengiriman.

Atas kasus ini, polisi terus melakukan pengembangan guna menangkap pemasok narkoba jenis sabu kepada tersangka ST. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan hukuman maksimal seumur hidup.

“Kami terus lakukan pengembangan, guna menghentikan peredaran narkoba berbagai jenis di wilayah Tulungagung,” ujar AKBP Eva Guna Pandia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Regional
KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

Regional
Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Regional
Gunung Sinabung Kembali Alami Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Alami Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X