Tinggal di Kontrakan karena Rumah Ditempati Anaknya Alasan Ayah Gugat Putrinya

Kompas.com - 29/11/2019, 10:44 WIB
Sidang gugatan Kamil bin Sulaiman (66) yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang ditunda majelis hakim karena masih dalam tahap mediasi, Kamis (28/11/2019). Kamil sebelumnya menggugat anak kandungnya Siti may Munah ke Pengadilan karena telah mengubah nama akta kepemilikan rumah. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRASidang gugatan Kamil bin Sulaiman (66) yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang ditunda majelis hakim karena masih dalam tahap mediasi, Kamis (28/11/2019). Kamil sebelumnya menggugat anak kandungnya Siti may Munah ke Pengadilan karena telah mengubah nama akta kepemilikan rumah.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Siti May Munah (43) digugat ayah kandungnya Kamil bin Sulaiman (66) karena diduga mengubah sertifikat kepemilikan rumah miliknya yang ada di Jalan Sultan Sahrir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Masalah tersebut berawal pada tahun 2013 lalu. Saat itu Kamil menikah lagi pada tahun 2013 setelah istrinya meninggal.

Kamil kemudian tinggal di rumah kontrakan bersama istri barunya.

Pria berusa 66 tahun tersebut terkejut saat mengetahui rumah miliknya yang ia beli bersama istri pertamanya, status kepemilikannya telah diubah oleh anaknya.

Baca juga: Dua Anaknya Dipasung karena Gangguan Jiwa, Sang Ayah: Kami Pasrah Sama Yang Kuasa

Padahal Kami merasa tak pernah mengibahkan rumah tersebut pada Siti.

Untuk membatalkan kepemilikan rumah tersebut, Kamil melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Klas 1 A Palembang pada Kamis (28/112019).

"Untuk membatalkan kepemilikan rumah itu, maka klien kami melayangkan gugatan ke pengadilan. Penggugat adalah ayah kandung dari tergugat,"ujar kuasa hukum Kamil, Dedi Heriyansyah, di PN Palembang, Kamis.

Baca juga: Rebutan Rumah, Ayah Gugat Putrinya

Ia mengatakan saat ini pihak pengadilan melakukan upaya mediasi antara Kamil dan Siti.

"Kami harapkan kedua pihak tidak ada yang dirugikan. Sekarang lagi dimediasi, apakah rumah itu nanti dijual dan dibagi rata, atau seperti apa nanti diakan diputuskan. Klien kami tidak hadir karena kesehatannya menurun," ujar Dedi.

Sementara itu Sondang kuasa hukum Siti mengatakan bahwa majelis hakim menyarankan agar masalah tersebut diselesaikan dengan mediasi.

"Hari ini sidang ditunda sampai proses mediasi selesai. Kita ikuti saja proses hukumnya," ujar Sondang.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Aji YK Putra | Editor: David Oliver Purba)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X