Kisah Pengrajin Tembaga dan Kuningan asal Boyolali Raup Rp 200 Juta Per Bulan

Kompas.com - 25/11/2019, 19:25 WIB
Perajin tembaga dan kuningan, Sumanto membuat tempat pewangi ruangan pesanan dari Malaysia di rumahnya Desa Tumang, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPerajin tembaga dan kuningan, Sumanto membuat tempat pewangi ruangan pesanan dari Malaysia di rumahnya Desa Tumang, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.

Pesanan dari dalam negeri ada dari Blora, Pati, Padang, Jambi, Kalimantan dan daerah lain di Indonesia. Sedangkan dari luar negeri ada dari Australia, Madinah, Jerman, Amerika dan Malaysia.

"Kerajinan ukir yang saya buat ada kaligrafi, pintu nabawi, lampu hias, air mancur, kubah masjid dan lain-lain. Harga bervariasi sesuai tingkat kesulitan pembuatan. Misalnya, lampu hias harganya Rp 20 juta dan kubah Rp 50 juta," tutur dia.

Sumanto tidak sendiri dalam mengembangkan dan membesarkan bisnis kerajinan ukir tembaga dan kuningan. Sumanto dibantu 12 orang pekerja.

Selama ini, Sumanto membeli bahan baku untuk pembuatan kerajinan ukir dari Surabaya dan impor.

Satu lembar tembaga dan kuningan berukuran 1x2 meter harganya Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Sumanto mengungkap, sempat mengalami kerugian karena kondisi ekonomi yang tidak stabil pada Pilpres 2019.

Baca juga: Dilantik, Risma Akan Pakai Sepatu Buatan Pengrajin Dolly

 

Bahkan, Sumanto terpaksa harus menjual tanah kapling miliknya untuk menutup kerugian itu.

"Kerugian karena pembengkakan biaya dan waktu. Selain itu, harga bahan baku naik," imbuh dia.

Selesai Pilpres, Sumanto mengaku, kembali menerima banyak pesanan. Pesanan itu meningkat lebih dari 100 persen.

Saat ini, Sumanto sedang menyelesaikan pesanan dari Malaysia.

"Dari Malaysia pesanannya berupa tempat pewangi ruangan tingginya 2,5 meter. Harganya Rp 27 juta," tutur Sumanto.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Pelaku Berjalan Keliling Rumah Sakit dan Ambil Ponsel Milik Penunggu Pasien'

"Pelaku Berjalan Keliling Rumah Sakit dan Ambil Ponsel Milik Penunggu Pasien"

Regional
Alasan Polisi Belum Tahan Terduga Pelaku Pencabulan 3 Anak di Rumah Kosong

Alasan Polisi Belum Tahan Terduga Pelaku Pencabulan 3 Anak di Rumah Kosong

Regional
Sudah Sebulan Lebih, 3 Anak yang Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ini Dugaannya

Sudah Sebulan Lebih, 3 Anak yang Hilang Misterius Belum Ditemukan, Ini Dugaannya

Regional
Bawa Pasien Covid-19, Ambulans di Banyuwangi Tabrak Pengendara Motor, Korban Anggota Polisi

Bawa Pasien Covid-19, Ambulans di Banyuwangi Tabrak Pengendara Motor, Korban Anggota Polisi

Regional
Gunung Ile Lewotowok Meletus, Ada Gempa Vulkanik Dalam

Gunung Ile Lewotowok Meletus, Ada Gempa Vulkanik Dalam

Regional
Menristek Sebut Butuh 360 Juta Dosis Vaksin untuk Capai 'Herd Immunity' Covid-19

Menristek Sebut Butuh 360 Juta Dosis Vaksin untuk Capai "Herd Immunity" Covid-19

Regional
Antisipasi Abu Merapi, Stupa Candi Mendut Juga Ditutup Terpal

Antisipasi Abu Merapi, Stupa Candi Mendut Juga Ditutup Terpal

Regional
Polisi Tahan 9 Pemerkosa Siswi SMP, 2 di Antaranya Tokoh Masyarakat

Polisi Tahan 9 Pemerkosa Siswi SMP, 2 di Antaranya Tokoh Masyarakat

Regional
Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Siap Hadapi Hal Terburuk soal Covid-19

Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Siap Hadapi Hal Terburuk soal Covid-19

Regional
Setelau Hujan Es, Kini Terjadi Fenomena Waterspout di Bali

Setelau Hujan Es, Kini Terjadi Fenomena Waterspout di Bali

Regional
Sekretaris DPC Gerindra Karimun Dicopot karena Membelot di Pilkada Riau

Sekretaris DPC Gerindra Karimun Dicopot karena Membelot di Pilkada Riau

Regional
Aktivis dan Lembaga Pers Kritik soal Kebebasan Berpendapat di Lampung

Aktivis dan Lembaga Pers Kritik soal Kebebasan Berpendapat di Lampung

Regional
Di Jatim, 4 Kepala Daerah Positif Corona, 2 di Antaranya Meninggal Dunia

Di Jatim, 4 Kepala Daerah Positif Corona, 2 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Fuad Bernardi soal Video Yel Hancurkan Risma: Salah Bu Risma Apa?

Fuad Bernardi soal Video Yel Hancurkan Risma: Salah Bu Risma Apa?

Regional
177 Santri di Banyumas Kembali Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Kondisinya Sehat

177 Santri di Banyumas Kembali Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Kondisinya Sehat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X