Dilantik, Risma Akan Pakai Sepatu Buatan Pengrajin Dolly

Kompas.com - 16/02/2016, 05:40 WIB
Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana (Risma-Wisnu), calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung PDI Perjuangan untuk maju dalam pemilihan wali kota (Pilwali) Surabaya 2015, saat mendaftar di KPU Surabaya, Jalan Adityawarman, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/7/2015). Pasangan petahana (incumbent) itu menjadi yang pertama mendaftar untuk bertarung pada Pilwali 9 Desember mendatang. SURYA / AHMAD ZAIMUL HAQTri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana (Risma-Wisnu), calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung PDI Perjuangan untuk maju dalam pemilihan wali kota (Pilwali) Surabaya 2015, saat mendaftar di KPU Surabaya, Jalan Adityawarman, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/7/2015). Pasangan petahana (incumbent) itu menjadi yang pertama mendaftar untuk bertarung pada Pilwali 9 Desember mendatang.
|
EditorCaroline Damanik
SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya terpilih, Tri Rismaharini, akan mengenakan sepatu baru saat dilantik, Rabu (17/2/2016). Sepatu pelantikan itu diproduksi khusus oleh pengrajin sepatu di eks lokalisasi Dolly.

"Baru jadi hari ini, harganya Rp 150 ribu, ukuran 37, warna putih," kata Risma, Senin (15/2/2016).

Dia bersama wakilnya, Whisnu Sakti Buana memang sengaja memesan sepatu produk lokal pengrajin Dolly untuk pelantikan nanti sebagai upaya promosi.

"Kalau Pak Whisnu pesan nomor 45, juga warna putih," tambahnya.

Para pengrajin sepatu di eks lokalisasi Dolly kata Risma saat ini sudah bisa memproduksi sepatu utuh.

"Sebelumnya hanya alas kaki saja," terang Risma.

Para pengrajin di eks lokalisasi Dolly rutin mendapatkan pelatihan dari berbagai instansi baik dari kementerian perdagangan dan kementerian Koperasi dan UKM.

Pasca-ditutup Juni 2014 lalu, eks lokalisasi Dolly oleh Risma disulap menjadi sentra produksi kerajinan. Bukan hanya sepatu, tapi juga tas, konveksi dan perhiasan batu akik.

Risma dan pasangannya, Whisnu Sakti Buana, akan dilantik bersama 16 bupati dan walikota terpilih hasil pilkada serentak 2015 di gedung negara Grahadi Surabaya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Regional
Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Regional
Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Regional
Sukarelawan Covid-19 di Papua 'Menjerit' Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Sukarelawan Covid-19 di Papua "Menjerit" Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Regional
Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Regional
Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Regional
Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Regional
Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Regional
16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Regional
Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Regional
Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Regional
Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Regional
Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang dan Atap Rumah Beterbangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X