Dibawa ke Rumah Sakit, Bayi Prematur Ditelantarkan Keluarga hingga Meninggal

Kompas.com - 18/11/2019, 15:54 WIB
Surat pemberitahuan pemakaman jenazah ditelantarkan Instalasi Forensik dan Kamar Jenazah RS Abdul Moeloek terkait jenazah bayi prematur yang ditinggalkan keluarganya. Bayi itu dibawa seorang nenek yang kemudian menghilang setelah bayi dirawat oleh pihak rumah sakit. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYASurat pemberitahuan pemakaman jenazah ditelantarkan Instalasi Forensik dan Kamar Jenazah RS Abdul Moeloek terkait jenazah bayi prematur yang ditinggalkan keluarganya. Bayi itu dibawa seorang nenek yang kemudian menghilang setelah bayi dirawat oleh pihak rumah sakit.

LAMPUNG, KOMPAS.com — Bayi prematur berumur sembilan hari diduga ditelantarkan keluarga sendiri setelah dibawa ke RS Abdul Moeloek. Pembawa bayi menghilang setelah sang bayi ditangani pihak rumah sakit.

Kepala Subbagian (Kasubbag) Humas RS Abdul Moeloek, Ratna Dwi Ria, mengatakan, bayi tanpa nama itu dibawa seorang nenek yang belum diketahui identitasnya pada Senin (4/11/2019).

Nenek itu tiba-tiba datang ke Ruang Persalinan Delima membawa seorang bayi yang diduga prematur. Saat itu berat badan bayi berjenis kelamin perempuan tersebut hanya sekitar 1 kilogram.

“Petugas Ruang Delima didatangi nenek-nenek membawa bayi prematur. Nenek itu bilang bayi perempuan ini dilahirkan tiba-tiba, jadi prematur,” kata Ratna, Senin (18/11/2019).


Baca juga: Kulit Bayi Mizyan Keras Seperti Plastik dan Mengelupas, Ini Dugaan RSUD Nunukan

Oleh petugas Ruang Delima, bayi itu lalu dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), baru kemudian dirawat intensif di mesin inkubator di Paviliun RS Abdul Moeloek.

Ratna mengatakan, tidak ada identitas otentik mengenai bayi perempuan tersebut. Dari data yang diterima RS Abdul Moeloek, bayi itu diatasnamakan bayi Ny Mega Sari dengan alamat Kompi B, Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Tanjung Karang Timur.

“Waktu itu nenek itu dipersilakan duduk karena petugas membantu administrasinya, tetapi setelah itu tidak ada yang datang untuk menjaga bayi itu,” kata Ratna.

Menurut Ratna, sejak dibawa ke rumah sakit oleh nenek itu dan dua minggu dirawat intensif, tidak ada satu pun anggota keluarga yang menunggunya hingga bayi itu meninggal dunia pada Rabu (13/11/2019).

Ratna mengatakan, pihak rumah sakit sudah merawat bayi itu sesuai SOP, terutama untuk menaikkan berat badan.

“Sudah sesuai SOP, ditaruh di inkubator, tapi nyawanya tidak selamat,” kata Ratna.

Baca juga: Cerita di Balik Ibu yang Masukkan Bayi ke Mesin Cuci, Sembuyikan Kehamilan dengan Menggunakan Stagen

Saat ini, jenazah bayi itu masih disemayamkan di Ruang Jenazah dan Forensik RS Abdul Moeleok sambil menunggu diambil anggota keluarga. Namun, pihak rumah sakit tidak bisa menghubungi nomor kontak yang disertakan.

“Nomor telepon sudah kami hubungi, tapi tidak aktif. Sesuai SOP, jika tidak ada yang mengambilnya, kami akan kuburkan di pemakaman umum RS Abdul Moeloek di Kelurahan Jagabaya,” kata Ratna.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X