Pasang Teralis di Mobil, Wanita Sopir Taksi Online Ini Mengaku Didukung Penumpang

Kompas.com - 16/11/2019, 16:18 WIB
Valery (42)  sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan memasang teralis besi di tempat duduk kemudi untuk menghindari tindak kriminal yang saat ini marak terjadi, Jumat (15/11/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAValery (42) sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan memasang teralis besi di tempat duduk kemudi untuk menghindari tindak kriminal yang saat ini marak terjadi, Jumat (15/11/2019).

KOMPAS.com - Valery (42), seorang wanita yang bekerja sebagai pengemudi taksi online di Palembang, Sumatera Selatan, memasang terali di bangku sopir di mobil Xenia miliknya.

Ternyata, idenya tersebut menjadi inspirasi bagi rekan-rekan sesama pengemudi dan tak sedikit penumpang yang memberi dukungan kepadanya. 

"Penumpang rata-rata kasih semangat dan dukungan. Dari beberapa teman juga terinspirasi untuk buat terali begini," ujarnya.

Perempuan warga Palembang, Sumatera Selatan, itu beralasan ingin bekerja secara aman dan nyaman. Terali itu membuatnya lebih tenang karena dirinya mengaku sering jalan pada pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Tangkal Begal, Ibu Driver Taksi Online Ini Pasang Teralis di Mobilnya

Valery (42)  sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan memasang teralis besi di tempat duduk kemudi untuk menghindari tindak kriminal yang saat ini marak terjadi, Jumat (15/11/2019).KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA Valery (42) sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan memasang teralis besi di tempat duduk kemudi untuk menghindari tindak kriminal yang saat ini marak terjadi, Jumat (15/11/2019).

Selain itu, maraknya tindak kriminal begal terhadap sopir online di Palembang akhir-akhir ini juga menjadi alasan utama Valery.

"Yang penting saya aman dan kerja juga aman. Penumpang juga tidak terganggu," ujarnya.

Dari pengamatan Kompas.com, terali besi milik Valery dilapisi kaca akrilik tepat di belakang pengemudi. Menurut Valery, terali besi itu pun bisa dilepas jika tidak digunakan.

Mengenai biaya untuk membuat terali di mobilnya, Valery mengaku harus merogoh kocek lebih kurang Rp 700.000.

Seorang sopir taksi online ditusuk begal

MSJ alias Marmada (21),  salah satu tersangka pembegal taksi online, saat berada di Polresta Palembang, Selasa (12/11/2019). Dalam aksi begal tersebut, Marmada dan rekannya BS yang kini DPO telah melukai korban Nopa Hadinata (37) dengan 23 tusukan.KOMPAS.com/AJI YK PUTRA MSJ alias Marmada (21), salah satu tersangka pembegal taksi online, saat berada di Polresta Palembang, Selasa (12/11/2019). Dalam aksi begal tersebut, Marmada dan rekannya BS yang kini DPO telah melukai korban Nopa Hadinata (37) dengan 23 tusukan.

Seperti diketahui, tiga hari lalu, seorang sopir taksi online di Palembang bernama Nopa Hadinata ditusuk sebanyak 23 kali oleh begal.

Nopa sempat menceritakan, saat itu dua tersangka yang masuk ke mobilnya sempat berbagi peran.

Satu pelaku penumpang di belakang menusuk dan satu pelaku lain berdiri di samping mobil untuk memantau keadaan.

Nopa masih melakukan perlawanan meskipun telah dihujami 23 luka tusukan. Namun, karena tak tahan lagi, korban pun membuka pintu mobil dan akhirnya terjatuh.

"Dia langsung minta tolong ke warga sehingga pelaku kabur. Begitu kata Nopa," ujar Bili, salah satu rekan Nopa, Selasa (12/11/2019). 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, mereka saat ini masih melakukan pengejaran kepada BS, rekan MSJ yang lebih dulu tertangkap.

BS merupakan pelaku yang melakukan penusukan ke korban Nopa sebanyak 23 kali tusukan.

"Satu tersangka sudah ditangkap, untuk BS masih dalam pengejaran," kata Yon.

(Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor: Robertus Belarminus)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Beli Alat untuk Membunuh Saat Bersama Korbannya, Polisi: Korban Tak Tahu

Pelaku Beli Alat untuk Membunuh Saat Bersama Korbannya, Polisi: Korban Tak Tahu

Regional
Dalam Dua Hari, Kota Tegal Temukan 64 Kasus Baru Positif Covid-19

Dalam Dua Hari, Kota Tegal Temukan 64 Kasus Baru Positif Covid-19

Regional
Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Pulau Komodo Berubah Jadi Pulau Mang Dodo

Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Pulau Komodo Berubah Jadi Pulau Mang Dodo

Regional
Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (2)

Regional
Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Ganjar Sebut Pertemuan dengan Ridwan Kamil Bahas Kegiatan Pramuka

Regional
Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Mengolah Cacing Merah Jadi Pundi-pundi Rupiah, Kisah Petani Desa Rejosari Riau (1)

Regional
Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang 'Maaf', Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang "Maaf", Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Regional
Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Regional
Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Regional
Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Regional
Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Regional
Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X