Tangkal Begal, Ibu Driver Taksi Online Ini Pasang Teralis di Mobilnya

Kompas.com - 15/11/2019, 21:04 WIB
Valery (42)  sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan memasang teralis besi di tempat duduk kemudi untuk menghindari tindak kriminal yang saat ini marak terjadi, Jumat (15/11/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAValery (42) sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan memasang teralis besi di tempat duduk kemudi untuk menghindari tindak kriminal yang saat ini marak terjadi, Jumat (15/11/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemandangan unik terlihat di mobil Daihatsu Xenia milik Valery (42), sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Sebab, ruang kemudi yang ada di depan, seluruhnya dipasang teralis besi untuk menghindari tindak kriminal begal yang akhir ini marak terjadi di Sumsel.

Valery setidaknya mengeluarkan modal Rp 700.000 untuk membuat teralis besi di mobilnya itu. 

Menurut Valery, ia mulanya terinspirasi dari pemasangan pagar untuk rumah.

Baca juga: 5 Fakta Sopir Taksi Online di Palembang Dibegal Penumpangnya, Alami 23 Tusukan hingga 1 Pelaku Ditangkap

 

Terinspirasi teralis pagar rumah

Saat itu, Valery mulai mencari pembuat pagar untuk memasang teralis di mobilnya tersebut.

"Karena sudah sangat sering driver taksi online jadi korban kriminal, jadi terinspirasi membuat ini," kata Valery, Jumat (15/11/2019).

Teralis besi itu juga dilapisi kaca akrilik tepat di belakang pengemudi.

Menurut Valery, teralis besi itupun bisa dilepas jika tidak digunakan.

"Yang penting saya aman dan kerja juga aman. Penumpang juga tidak terganggu," ujarnya.

Baca juga: Sebelum Dibegal, Rekan Sopir Taksi Online di Palembang Sempat Curiga

Menginspirasi driver taksi online lain

Valery (42)  sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan memasang teralis besi di tempat duduk kemudi untuk menghindari tindak kriminal yang saat ini marak terjadi, Jumat (15/11/2019).KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA Valery (42) sopir taksi online di Palembang, Sumatera Selatan memasang teralis besi di tempat duduk kemudi untuk menghindari tindak kriminal yang saat ini marak terjadi, Jumat (15/11/2019).
Dalam menjalankan kesehariannya, Valery mengaku sering keluar dari pukul 03.00 WIB.

Beberapa penumpang yang melihat tempat kemudinya pun memberikan dukungan kepada ibu ini, untuk memperhatikan keselamatan, saat bekerja.

"Penumpang rata-rata kasih semangat dan dukungan. Dari beberapa teman juga terinpirasi untuk buat teralis begini," ujarnya.

Baca juga: Fakta Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas di Tol Pandaan-Malang, Diduga Korban Pembunuhan hingga Pelaku Ditangkap

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Diduga Suspect Corona, Seorang Pasien di Malang Ternyata Batuk Biasa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X