Demo Mahasiswa yang Menuntut Pemekaran Wilayah Dibubarkan Paksa oleh Warga

Kompas.com - 15/11/2019, 11:57 WIB
Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak menemui pengunjuk rasa dan meminta segera membubarkan diri karena dinilai mengganggu masyarakat, Kamis (14/11/2019) MUH. AMRAN AMIRWakil Bupati Luwu Syukur Bijak menemui pengunjuk rasa dan meminta segera membubarkan diri karena dinilai mengganggu masyarakat, Kamis (14/11/2019)

PALOPO, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa mahasiswa Walenrang – Lamasi yang berlangsung di Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Walenrang,  Kabupaten Luwu,  Sulawesi Selatan, berlangsung hingga Kamis (14/11/2019) malam.

Demo yang menuntut pencabutan moratorium daerah otonomi baru (DOB) dan meminta pemekaran Kabupaten Luwu Tengah itu berakhir dengan pembubaran paksa oleh warga. 

Pembubaran paksa ini terjadi saat Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak mendatangi pengunjuk rasa untuk menghentikan aksinya.

Sebab, demo tersebut telah membuat macet lalu lintas dan waktnya sudah larut malam.


Baca juga: Kasus Kematian Mahasiswa Unila, Polisi Gelar Rekonstruksi Diksar UKM

Namun, pihak mahasiswa memilih untuk tetap bertahan memblokade jalan, hingga akhirnya masyarakat melakukan pembubaran secara paksa.

“Pada malam hari ini kami tetap di jalan, kami akan tetap menutup hingga ada tindakan yang dikeluarkan oleh pemerintah RI,” kata Muhamamd Ilham salah satu mahasiswa saat berorasi.

Tak lama kemudian, saat Wakil Bupati Luwu memberikan penjelasan, salah seorang mahasiswa berteriak sehingga warga melakukan perlawanan dan terjadi aksi saling kejar.

Mahasiswa akhirnya dipaksa mundur.

Warga dan petugas langsung memadamkan api yang digunakan mahasiswa untuk memblokade jalan.

Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak mengatakan, tuntutan mahasiswa itu sebenarnya mendapat dukungan dari pemerintah.

Namun, ia menyesalkan aksi tersebut sampai merugikan masyarakat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X