Kompas.com - 15/11/2019, 06:36 WIB
Siswa SD Kristen Petra mengajak keliling siswa SD Islam Ar-Rahman di Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/11/2019). Kunjungan puluhan siswa SD Islam Ar-Rahman Jombang ini untuk belajar mengenal tempat ibadah agama lain serta mengajarkan toleransi dan saling menghargai perbedaan kepada anak didik sejak dini. ANTARA FOTO/Syaiful ArifSiswa SD Kristen Petra mengajak keliling siswa SD Islam Ar-Rahman di Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/11/2019). Kunjungan puluhan siswa SD Islam Ar-Rahman Jombang ini untuk belajar mengenal tempat ibadah agama lain serta mengajarkan toleransi dan saling menghargai perbedaan kepada anak didik sejak dini.
Editor Rachmawati

Sementara pada 2019 ada tiga insiden serupa, di antaranya pemotongan nisan salib, pembubaran tradisi Sedekah Laut di Pantai Baru Kecamatan Sanden, dan penolakan penduduk non-Muslim terhadap yang berbeda agama di desa mereka, Dusun Karet.

Agar tidak terus terulang, Abdul Halim hanya bisa melakukan sosialisasi tentang hidup rukun.

"Bahwa semua punya hak yang sama, kalaupun ada kasus yang muncul, namanya banyak orang... Tapi pemerintah melakukan edukasi terus menerus."

Ia juga menyarankan kepada umat Hindu di Bantul yang ingin mendirikan rumah ibadah agar mengajukan.

"Ya silakan ajukan, mau bangun di mana."

Baca juga: Setelah Diskriminasi terhadap Slamet di Bantul, Gubernur DIY Keluarkan Instruksi


'Pemda jangan sekadar memberikan imbauan'

Sosiolog dari Universitas Gajah Mada (UGM), Sunyoto Usman, mengatakan Kabupaten Bantul dihuni oleh masyarakat yang heterogen, mulai dari penganut Kejawen, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Islam abangan.

"Jadi memang Bantul banyak ragam keyakinan, banyak simbol-simbol keagamaan, banyak ritual yang selama ini saya tidak melihat ada upaya bagaimana menjaga keseimbangan itu," ujar Sunyoto Usman kepada BBC Indonesia.

Imbasnya masyarakat menjadi lebih sensitif ketika ada kegiatan atau upacara yang dianggap berbeda.

Maka kasus yang menimpa Utiek Suprapti, kata Sunyoto, tak asing lagi. Sebab warga yang heterogen cenderung terganggu jika ada acara yang tampak tak lazim. Apalagi diselenggarakan di ruang privat.

Baca juga: Semoga Tak Ada Lagi Diskriminasi terhadap Pemeluk Keyakinan Apa Pun...

"Kalau upacara ritual dilakukan di rumah bisa dianggap mengganggu, karena itu ranah privat, bukan publik. Kalau di rumah ibadah tak masalah, tapi ini kan di ruang keluarga. Mungkin saja keluarga lain merasa tergganggu dan dianggap enggak jelas."

Sayangnya, pemerintah daerah tak berperan kuat dalam menjaga harmoni di masyarakat yang beragam seperti itu. Itu sebabnya ia menyarankan pemda tak sekadar memberi imbauan atau sosialsiasi tentang hidup rukun.

Yang dibutuhkan, lanjutnya, adalah tindakan yang bisa menjaga relasi antarwarga, di antaranya dengan menggelar kegiatan kesenian atau musik.

Baca juga: Ada Diskriminasi Terhadap Siswi Non Muslim di Banyuwangi, Bupati Anas Marah

"Kalau tradisi Jawa ada bersih desa. Itu kan seperti selamatan supaya desa aman. Kemudian ada nanggap wayang kulit. Nah yang terlibat beragam nanti. Jadi mediumnya yang tidak melukai identitas agama atau keyakinan itu.

"Lalu tokoh-tokoh agama turun gunung memberikan penjelasan supaya identitas itu tidak terganggu."

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X