Penganiayaan Mahasiswa UMI Diduga Akibat Dendam Antarkelompok

Kompas.com - 14/11/2019, 20:51 WIB
Tiga pelaku penganiayaan yang menyebabkan mahasiswa UMI Andi Fredi Akirmas meninggal dunia saat diamankan di Polrestabes Makassar, Kamis (14/11/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANTiga pelaku penganiayaan yang menyebabkan mahasiswa UMI Andi Fredi Akirmas meninggal dunia saat diamankan di Polrestabes Makassar, Kamis (14/11/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Tiga tersangka kasus penyerangan yang menyebabkan mahasiswa UMI Andi Fredi Akirmas di sebuah kafe di dalam kampus Jalan Urip Sumoharjo, Makassar hingga meninggal dunia ditahan di Polrestabes Makassar. 

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas Abbas mengatakan bahwa motif penyerangan ini sendiri merupakan dendam lama akibat bentrokan dari dua organisasi antara pelaku dan korban yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Hal itu disampaikan Adnas saat konferensi pers di aula Polrestabes Makassar, Kamis (14/11/2019).

"Jadi memang ada dendam lama. Kemudian mungkin belum ada solusi sampai akhirnya terjadilah hal-hal seperti ini. Ini kemudian yang seharusnya bisa diselesaikan," kata Adnas. 

Baca juga: Polisi: Penyerang Mahasiswa UMI Makassar Diduga Sudah Rencanakan Aksinya

Motif ini sendiri terungkap setelah penyidik kepolisian Polrestabes Makassar memeriksa 12 orang saksi. 

Senada dengan Wakapolda Sulsel, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko menyebut bahwa minggu lalu, bentrokan antarkelompok memang terjadi di kampus UMI. 

Polisi, kata Indratmoko berhasil meredam bentrokan tersebut hingga kondisi kampus dinyatakan kondusif. 

"Motifnya memang balas dendam dari penyerangan minggu lalu cuman mereka tidak buat laporan makanya kita tidak lanjut," ujar Indratmoko. 

Baca juga: Polisi Tahan 3 Pelaku yang Aniaya Mahasiswa UMI hingga Tewas

Terancam hukuman 15 tahun penjara

Untuk ketiga tersangka yang sudah ditahan, kata Indratmoko dikenakan Pasal 170 tentang kekerasan terhadap orang secara bersama-sama. 

Namun, Yusril sebagai eksekutor juga dikenakan Pasal 338 tentang pembunuhan serta Pasal 351 ayat 1 dan 3 yakni penganiayaan mengakibatkan luka dan meninggal dunia. 

"Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," kata Indratmoko. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X