Kelompok Begal Gunakan Uang Rampasan untuk Main Futsal

Kompas.com - 14/11/2019, 16:33 WIB
Polisi membawa pelajar yang menjadi begal di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (14/11/2019) KOMPAS.com/MASRIADI Polisi membawa pelajar yang menjadi begal di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (14/11/2019)


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Tim Polres Lhokseumawe berhasil menangkap kelompok begal sadis yang terdiri dari tiga orang, Kamis (7/11/2019).

Mereka adalah AE , MSP dan MK.

Seluruh pelaku baru berusia 16 tahun dan berstatus sebagai pelajar. Mereka merupakan warga Desa Meunasah Blang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh.

"Awalnya kita mendapat laporan dari salah satu korban pada 5 November 2019, terkait tindak pemerasan dengan kekerasan dilakukan para pelaku,"kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (14/11/2019).


Baca juga: Penjelasan dan Klarifikasi Warga di Balik Video Polisi Bersimpuh yang Viral

Indra menyebutkan, pada 5 November 2019, ketiga pelaku beraksi di Jalan Medan - Banda Aceh, di kawasan Desa Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, sekitar pukul 23:00 WIB.

Selain itu, pelaku juga pernah melakukan aksinya sebanyak dua kali di SPBU depan Hotel Lindo Graha, Desa Uteunkoet.

Kemudian, di daerah Desa Paya Peuteut, Kecamatan Muara Dua.

“Korban melaporkan diambil uangnya sebesar Rp 500.000 dan dipukuli oleh kawanan pelaku itu. Mereka selalu beraksi bertiga,” kata Indra.

Modusnya, para pelaku memepet kendaraan korban dan menghentikannya.

Para pelaku lalu meminta uang sambil memukul.

Bahkan, mereka mengancam korban akan ditikam jika tak diberikan uang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Antisipasi Kecelakaan, Bus di Terminal Surodakan Jalani Uji Kelaikan

Antisipasi Kecelakaan, Bus di Terminal Surodakan Jalani Uji Kelaikan

Regional
Hujan Angin Landa Sukabumi, Puluhan Rumah dan Pohon Bertumbangan

Hujan Angin Landa Sukabumi, Puluhan Rumah dan Pohon Bertumbangan

Regional
Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Regional
Gibran: Hari Ini Akan Saya Catat sebagai Utang Pertama kepada Bapak Ibu

Gibran: Hari Ini Akan Saya Catat sebagai Utang Pertama kepada Bapak Ibu

Regional
Kapal yang Angkut 42.000 Zak Semen Tenggelam di Lembata NTT

Kapal yang Angkut 42.000 Zak Semen Tenggelam di Lembata NTT

Regional
Penjualan Pernak-pernik Natal Mulai Ramai di Denpasar

Penjualan Pernak-pernik Natal Mulai Ramai di Denpasar

Regional
Armada Pariwisata yang Gunakan Izin Trayek Palsu Diburu Petugas

Armada Pariwisata yang Gunakan Izin Trayek Palsu Diburu Petugas

Regional
Jokowi Minta Riset Berikan Solusi Masalah Bangsa dan Cegah Duplikasi

Jokowi Minta Riset Berikan Solusi Masalah Bangsa dan Cegah Duplikasi

Regional
Pada 2020, BPOM Akan Diperkuat Fungsinya, Mirip BPOM Amerika Serikat

Pada 2020, BPOM Akan Diperkuat Fungsinya, Mirip BPOM Amerika Serikat

Regional
Sempat Bersitegang, Satpol PP Akhirnya Robohkan Rumah di Tamansari Bandung

Sempat Bersitegang, Satpol PP Akhirnya Robohkan Rumah di Tamansari Bandung

Regional
Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Regional
3 Ton Solar Subsidi Ditimbun di Bengkel Mobil di Batam, Satu Penjaga Diamankan

3 Ton Solar Subsidi Ditimbun di Bengkel Mobil di Batam, Satu Penjaga Diamankan

Regional
Anggota DPR Ini Ingin BPOM Didesain Mirip Lembaga Serupa di AS

Anggota DPR Ini Ingin BPOM Didesain Mirip Lembaga Serupa di AS

Regional
Dengan Program 'Bangga Papua', Warga Pedalaman Punya NIK, Bisa Beternak, dan Perbaiki Gizi Anak

Dengan Program "Bangga Papua", Warga Pedalaman Punya NIK, Bisa Beternak, dan Perbaiki Gizi Anak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X