Disandera, Petani Bilang ke Perampok: Mungkin Salah Orang...

Kompas.com - 08/11/2019, 12:11 WIB
Kedua tersangka perampokan di Mesuji Raya OKI yang sudah berhasil dibekuk aparat polisi dari Polsek Mesuji Raya dalam tempo 12 jam dari kejadianj Humas Polsek Mesuji RayaKedua tersangka perampokan di Mesuji Raya OKI yang sudah berhasil dibekuk aparat polisi dari Polsek Mesuji Raya dalam tempo 12 jam dari kejadianj

KAYUAGUNG, KOMPAS.com - Dalam waktu 12 jam, 2 dari 4 orang pelaku perampokan berhasil dibekuk aparat polisi dari Tim Macan Komering Polsek Mesuji Raya, Jumat (8/11/2019).

Para perampok tersebut sebelumnya beraksi di rumah milik Suyanto (38) yang berprofesi sebagai seorang petani di Desa Balian Makmur, Kecamatan Mesuji Raya, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Dari kedua tersangka, polisi menyita uang yang diduga hasil rampokan sebesar Rp 2,4 juta.

Kemudian, ditemukan perhiasan emas berupa gelang seberat 10,6 gram, sebuah anting emas seberat 6,7 gram dan telepon seluler merek Nokia.

Baca juga: Pencuri di Ngawi Kaget Kepergok Pemilik Rumah yang Sedang Menonton Televisi

Kapolsek Mesuji Raya Ipda Ilham Parlindungan mengatakan, peristiwa perampokan terjadi pada hari Kamis kemarin, sekitar pukul 02.30 WIB.

Modusnya, pelaku yang berjumlah 4 orang membuka jendela samping rumah Suyanto dengan cara mencongkel.

Ketika berhasil masuk, keempat pelaku langsung menyandera pemilik rumah, yakni Suyanto dan kedua anaknya yang masih berusia 14 dan 7 tahun.

“Saat jendela berhasil dibuka, pelaku langsung masuk dan membentak sambil berkata 'Mana uangmu?" ujar Ilham saat menirukan ucapan perampok.

"Selanjutnya, oleh korban dijawab 'Saya tidak punya uang, saya hanya petani upahan. Mungkin salah orang'.” kata Ilham saat menirukan ucapan Suyanto kepada para perampok.

Namun, komplotan itu tidak percaya dan terus mendesak Suyanto agar menunjukkan tempat penyimpanan uang.

Salah satu perampok berkata,”Kami tidak mungkin salah, sudah ada yang memberitahu kami".

Setelah itu, para pelaku akhirnya mengacak-acak isi lemari pakaian Suyanto.

Namun, uang yang dicari tetap tidak ditemukan.

Baca juga: Siswi Kelas V SD di Makassar Nekat Mencuri Ponsel, Alasannya Bikin Korban Iba

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mencari Jejak 'Mr Black'' Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Mencari Jejak "Mr Black"" Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Regional
5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

Regional
Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Regional
Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Regional
Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Regional
Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X