Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Kompas.com - 13/11/2019, 21:50 WIB
Tim Polda Maluku berhasil menyita sebuah mobil Toyota Alphard dari dalam sebuah kontainer di Depo 6 Teluk Bayur-Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (12/11/2019). Mobil yang disita itu merupakan salah satu aset milik tersangka kasus penggelapan dana nasabah BNI Ambon Faradiba Yusuf KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYTim Polda Maluku berhasil menyita sebuah mobil Toyota Alphard dari dalam sebuah kontainer di Depo 6 Teluk Bayur-Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (12/11/2019). Mobil yang disita itu merupakan salah satu aset milik tersangka kasus penggelapan dana nasabah BNI Ambon Faradiba Yusuf

AMBON, KOMPAS.com - Tim pengejar aset bentukan Polda Maluku menyita satu unit mobil Toyota Alphard milik FY alias Faradiba, tersangka utama penggelapan dana nasabah BNI Ambon senilai Rp 58,9 miliar. 

Mobil mewah itu disita polisi dari dalam sebuah kontainer di Depo 6 Teluk Bayur-Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (12/11/2019).

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, mobil mewah keluaran tahun 2019 tersebut dibeli tersangka pada Mei 2019 dari salah satu dealer Toyota di Jakarta.

Untuk menghilangkan jejak, tersangka Faradiba mengirimkan mobil tersebut ke temannya di Surabaya melalui sebuah jasa ekspedisi.


“Tapi atas kesigapan tim, mobil tersebut berhasil ditemukan dan diamankan oleh Tim di Depo 6 Teluk Bayur-Tanjung Perak Surabaya,” kata Roem kepada Kompas.com, Rabu (13/112/019).

Baca juga: Kasus Penggelapan Dana Nasabah BNI, Tiga Pimpinan KCP Jadi Tersangka

Saat ini tim sedang  melakukan proses pengiriman kembali mobil tersebut dari Surabaya menuju Ambon, yang diperkirakan tiba di Ambon pada Jumat.

Terkait kasus tersebut, Roem menjelaskan, penyidik Ditkrimsus Polda Maluku telah memeriksa 33 saksi baik dari internal bank maupun pihak luar.

Diimbau kepada warga yang mengetahui informasi terkait aset tersangka Faradiba agar dapat melaporkan ke Polda Maluku.

Dia juga mengimbau kepada nasabah yang merasa dirugikan agar dapat melapor ke Polda Maluku.

“Apabila ingin bertransaksi perbankan maka langsung datang ke bank dan melakukan transaksi secara resmi. Jangan percaya bujuk rayu dari siapapun apalagi dengan iming-iming cash back ataupun janji akan mendapatkan bunga bank yang tidak biasa,” ujar Roem.

Sebelumnya, polisi juga telah menyita sejumlah aset milik tersangka Faradiba, yakni tiga mobil mewah salah satunya mobil Toyota Alphard dan uang tunai senilai Rp 1,5 miliar.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Pelaku Dana Nasabah BNI Ambon, 2 Tersangka Keluar Rumah Saat Gempa

Sejumlah asset itu disita setelah Faradiba ditangkap bersama dua rekannya yakni SP alias Soraya dan DN di sebuah rumah di kawasan Citraland, Minggu (20/11/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X