Mendiang Djaduk Ferianto, Menjawab Tantangan Zaman dengan Ngayogjazz

Kompas.com - 13/11/2019, 09:30 WIB
Djaduk Ferianto dan Kuaetnika menampilkan lagu tema film Mission: Impossible dengan aransemen berbeda pada Kulon Progo Festival 2017 yang digelar di Bendung Khayangan, Kulon Progo, Minggu (26/11/2017). KOMPAS.COM/KISTYARINIDjaduk Ferianto dan Kuaetnika menampilkan lagu tema film Mission: Impossible dengan aransemen berbeda pada Kulon Progo Festival 2017 yang digelar di Bendung Khayangan, Kulon Progo, Minggu (26/11/2017).

Pada tahun 2016, saat pentas bersama sejumlah artis Syaharani dan Ivan Nestorman, di pentas Maumere Jazz Fiesta Flores 2016 di Pantai Hutan Bakau Baba Akong, di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Djaduk mengajak penonton dan warga setempat untuk menjaga budaya.

Baca juga: Djaduk Ferianto: Tradisi Tidak Mandek!

"Budaya dan musik daerah ini harus kita jaga bersama agar tetap lestari," ujarnya saat itu.

Tak hanya itu, dirinya bersama rekan-rekan seniman di Yogyakarta, juga menggagas festival musik Ngayogjazz, yang digelar di desa-desa.

Dalam festival itu, Djaduk sempat menggambarkan kepada Kompas.com, arti dari menghadirkan musik Jazz di desa-desa.

"Sekarang saya menjadi penggagas sebuah event dan punya beberapa ruang di festival seperti Ngayogjazz, Jazz Gunung, kemudian ada yang berskala dunia dan punya jaringan ke internasional, tetapi semua saya meyakini basik saya adalah tradisi. Kami melihat potensi yang luar biasa di tradisi itu, hanya memang persoalan yang muncul adalah tarik-ulur. Kami mempercayai tradisi kan selalu berkembang, jadi kami sangat membuka diri pada tradisi, karena kami juga tidak mau terkungkung dalam tradisi," katanya kepada Jodhi Yudono, penulis di Catatan Kaki Jodhi Yudono di Kompas.com, Kamis (24/10/2013).

"Kami akhirnya bergaul dengan tradisi-tradisi lain untuk menjawab suatu tantangan. Kami harus mengembangkan tradisi itu, yang tidak ada harus kita bangun yang baru, yang sudah tidak zamannya kita buang," tambahnya.

Meninggal 3 hari sebelum acara Ngayogjazz

Sejumlah musikus tenar mengungkapkan belasungkawa, salah satunya satunya penyanyi Tompi.

Melalui akun Twitter-nya, Tompi mengatakan bahwa sejatinya dijadwalkan tampil dalam Ngayogjazz 2019 di Godean, Yogyakarta, pada Sabtu (16/11/2019).

"Minggu depan seharusnya perform di Ngayogjazz 2019," tulis Tompi seperti dikutip Kompas.com, Rabu pagi.

Seperti diketahui, pada tanggal 16 November 2019, Djaduk dijadwalkan tampil di Ngayogjazz pada Sabtu (16/11/2019) di Godean, Yogyakarta. 

Selamat jalan Mas Djaduk.

(Penulis: Andi Muttya Keteng Pangerang, Kistyarini, Choirul Arifin, Jodi Yudono)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X